Ketiga, rakyat.
Republik Sepak Bola Indonesia memiliki rakyat, yakni penggemar, pengurus, pemain. Jumlahnya barangkali amat banyak. Tidak ada partai politik yang memiliki konstituen yang sejumlah rakyat Republik Sepak Bola Indonesia.
Isu penting berkenaan dengan perilaku penggemar yang tidak ragu untuk melakukan kekerasan. Hal itu pun tidak terlepas dari rakyat di lapangan yang tengah bermain, dalam beberapa kasus, berperilaku tidak sportif, melakukan kekerasan yang ditonton oleh jutaan pasang mata.
Baca Juga: Adidas, Juventus dan Swedish Girls Berkolaborasi di Milan Design Week
Keempat, kedaulatan.
PSSI adalah pemerintah Republik Sepak Bola Indonesia yang diakui oleh Fédération Internationale de Football Association (FIFA) yang berdiri sejak 21 Mei 1904 di Paris, Prancis.
PSSI menjadi anggota FIFA sejak 1952, sehingga tim Republik Sepak Bola Indonesia berhak bermain di kompetisi regional, bahkan dunia. Keanggotaan PSSI menunjukkan pengakuan atas kedaulatan.
Berjayalah sepak bola Indonesia melalui proses dan sistem yang dibangun.
Dr. Adiwarman
Dosen Universitas Indonesia
Artikel Terkait
Chelsea Digunduli Arsenal 5-0, Istri Thiago Silva Tuntut Mauricio Pochettino Dipecat
Dua Pesepakbola Liga Premier Ditangkap Secara Dramatis
Piala Thomas dan Uber Menjadi Momen Penguatan Semangat Kebersamaan Atlet Bulu Tangkis Indonesia
Ferrari Bakal Gunakan Livery Khusus untuk Grand Prix Miami
Rekam Jejak Inter Milan: Mimpi Scudetto yang Jadi Kenyataan