Timnas U-23 Indonesia Tiru Jalan Timnas Jerman di Piala Asia U-23

Suryansyah, Sportlink News
- Kamis, 25 April 2024 | 11:05 WIB
Timnas U-23 Indonesia melaju ke perempat final Piala Asia U-23  dengan sangat meyakinkan menghancurkan Yordania 4-1.  (pssi)
Timnas U-23 Indonesia melaju ke perempat final Piala Asia U-23 dengan sangat meyakinkan menghancurkan Yordania 4-1. (pssi)

Semua tim adalah lawan yang harus dikalahkan, bukan untuk ditakuti. Kemampuan timnas U-23 Indonesia telah menunjukkan kepantasannya.

Ketiga, sepak bola selalu menyediakan ruang untuk membuat kejutan. Siapa yang menyangka sebelumnya, di pertandingan pembuka Piala Dunia 1990, Kamerun mengalahkan Argentina 1-0 dengan superstar Diego Maradona dan pemain-pemain kelas liga top Eropa.

Kamerun datang dengan pemain-pemain yang secara level sedikit berada di bawah Argentina. Hal itu terlihat dari cara bermain Kamerun yang polos di saat melakukan pelanggaran.

Baca Juga: Mengapa Perut Bisa Sakit Saat Olahraga? 7 Hal Ini Mungkin Jadi Penyebabnya

Dua kartu merah diterima Kamerun, tetapi tetap Argentina gagal mencetak gol penyama dan gol kemenangan.

Sejarah lainnya adalah terjadi di Piala Dunia 2002, Senegal mengalahkan juara bertahan Prancis, Italia, juara dunia 3 kali, dikalahkan tuan rumah Korea Selatan. Kualitas teknik dan taktik diatasi dengan mental bermain.

Keempat, Indonesia pernah mengalahkan Korea Selatan penyisihan Grup G Kualifikasi Piala Asia U-19 di 2013. Indonesia melaju ke putaran final Piala Asia U-19 bersama Korea Selatan sebagai runner-up grup G.

Witan Sulaiman mengukir gol indah ketika Timnas U-23 Indonesia menaklukkan Yordania 4-1. (pssi)

Momentum sejarah saat ini jauh lebih besar, menang atas Korea Selatan, masuk ke Olimpiade Paris 2024. Bagai insentif atau bonus, lolos ke Olimpiade adalah pencapaian yang amat luar biasa bagi tim U-23 Indonesia.

Kelima, faktor Shin Tae-yong sebagai orang Korea, mantan pemain timnas Korea, mantan pelatih timnas di Piala Dunia 2018, tentu menambah basis ontologis persepakbolaan tim Korea.

Dengan begitu, Shin Tae-yong dapat menentukan epistemologi, sistem bermain untuk mengalahkan Korea Selatan U-23. Komposisi pemain saat amat padu.
Tentu konsentrasi Rizky Ridho di lini belakang dibutuhkan untuk menetralkan serangan Korea Selatan. Nathan, Ivar, Witan, Marselino, Justin serta Arhan akan mampu mengalahkan Korea dengan taktik yang diterapkan STy.

Secara statistik, sejarah dan level, Indonesia masih berada di bawah Korea Selatan. Tapi sejarah sepak bola memihak pada tim yang berusaha untuk menang dan berjuang untuk tidak kalah. Yunani 2004 di Piala Eropa menjadi contohnya.

Keenam, semua pemangku kepentigan perlu menghargai proses sebaga jalan untuk pencapaian prestasi. Apapun hasilnya di Piala Asia U-23, timnas U-23 Indonesia telah menunjukkan kelas dan kepantasannya sebagai tim bagus.

Aller Indonesie, Paris vous attendez.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inggris 6 Prancis 4: Pertandingan Paling Gila

Minggu, 19 Juli 2026 | 06:33 WIB
X