“Kami tidak bisa memanfaatkan peluang yang ada. Irak terlalu terorganisir dengan buruk, pertahanan mereka panik dan serangan mereka sulit. Namun, individu Irak U23 kuat dan memiliki teknik yang bagus,” ujarnya.
Vietnam U23 aktif menahan imbang, tapi hari ini mereka bermain lebih baik. Para pemain dengan percaya diri memegang bola dan mengatur tim dengan cukup baik.
Baca Juga: Ahli Bedah Bahu Harus Memikirkan Kembali Praktik Umum
"Hanya saja serangannya tidak tajam, tapi Irak adalah lawan yang sangat normal. Mereka memenangkan pertandingan penalti setelah memeriksa VAR," penilaian Phan Anh Tu.
Menurut statistik AFC, Irak menguasai bola 61,9 persen, Vietnam 38,1 persen. Irak juga lebih baik dari Vietnam dalam sebagian besar indikator, namun satu-satunya gol datang dari tendangan penalti yang mengejutkan pada menit ke-64.
Tak hanya kalah sayangnya, Vietnam U23 juga kehilangan seseorang di sisa waktu tambahan sekitar 10 menit. Gelandang Manh Hung meninggalkan kesan tak sedap dipandang saat ia sengaja menginjak kaki lawannya.
Kehilangan pasukannya saat perlu mengatur serangan untuk menyamakan kedudukan, Hung menyebabkan rencana pelatihnya berantakan.
Phan Anh Tu berkomentar: "Pelanggaran kiper Quan Van Chuan tidak bisa disalahkan. Tapi kartu merah Manh Hung benar-benar sebuah kesalahan, meninggalkan citra buruk."
Kekalahan ini membuat Vietnam U23 terhenti di babak perempat final U23 Asia 2024. Satu-satunya wakil Asia Tenggara yang berhasil mencapai babak semifinal adalah Indonesia di bawah asuhan pelatih Shin Tae Young.
Artikel Terkait
Ahli Bedah Bahu Harus Memikirkan Kembali Praktik Umum
RESMI! Timnas U-23 Indonesia akan Hadapi Uzbekistan di Semifinal Piala Asia U-23 2024
Vietnam Dihajar Irak, Timnas U-23 Indonesia Jadi Satu-satunya Wakil ASEAN di Piala Asia U-23 2024
Wasit Brasil Serukan Penangguhan Serie A Brasileiro Terkait Match Fixing