Soal VAR, Bukan Bermaksud Menggugat ...

Suryansyah, Sportlink News
- Rabu, 1 Mei 2024 | 19:00 WIB
Sejatinya VAR alias Video Assistant Referee adalah sistem yang berfungsi membantu wasit untuk mendekati keadilan.
Sejatinya VAR alias Video Assistant Referee adalah sistem yang berfungsi membantu wasit untuk mendekati keadilan.

VAR, baru benar-benar difungsikan 2016, ketika Gianni Infantino terpilih sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Dunia. Maka, jadilah VAR sebagai alat bantu yang diharapkan bisa mengurangi ketidakpuasan berbagai pihak.

Banyak negara yang hingga hari ini belum juga mau menggunakan VAR. Indonesia sendiri, khususnya Liga-1, baru akan menggunakan VAR tahun mendatang. VAR membutuhkan perangkat yang tidak murah sebelum bisa diterapkan di lapangan.

Sementara, Svenska Fotbollförbundet (Federasi Sepak Bola Swedia) secara resmi menyatakan menolak menggunakan alat bantu itu.

Witan Sulaeman dijatuhkan pemain belakang Uzbekistan di daerah terlarang. (pssi)

Hal ini dikarena seluruh klub Allsvenskan (liga kasta tertinggi Swedia) yang 51 persen sahamnya dimiliki oleh suporter. Mereka justru terganggu dengan VAR.

Seperti kata Blatter, kejujuran dan kebersaaman atsu ruh sepak bola akan hilang. Di samping itu, karena ada wasit pengendali VAR, maka akan menjadi lebih subyektif.

Tidak Wajar
Terkait dengan hal itu, ada beberapa hal yang menarik terkait VAR di Piala Asia U-23, 2023, Qatar. Menariknya, ada tiga kisah yang terkait dengan timnas U-23 Indonesia. Tulisan ini sama sekali tidak dalam posisi menggugat, tetapi hanya berbagi pandangan saja.

Untuk itu, siapa saja boleh mendukung dan tentu juga boleh berbeda pendapat. Sepanjang tidak untuk saling menghakimi.

Baca Juga: Hasil Thomas Cup 2024: Anthony Ginting Kalah dari Prannoy, Indonesia Tertinggal 0-1 dari India

Pertama saat kita melawan Qatar, VAR secara over difungsikan untuk mengubah keputusan wasit Nasrullo Kabirov asal Tajikistan. Awalnya wasit meniupkan peluit untuk Timnas U-23 Indonesia, menyusul benturan antara Rizky Ridho dengan Mahdi Sakem, di kotak penalti kita pada menut-41.

Namun wasit yang bertugas di control room VAR, Sivakorn Pu-Udom asal Thailand, berkomunikasi dengan Kabirov. Sang wasit yang awalnya sudah menunjuk pelanggaran untuk kita, berlari ke sisi lapangan.

Udom mengulang-ulang adegan yang seolah-olah Rizky Ridho melakukan sikutan. Dan penalti pun terjadi, di menit 45+1, gol 1-0 untuk Qatar.

Baca Juga: Eva Murati Kejutkan Penikmat Liga Champions

Ketika di menit 46, Ivar Jenner dituduh menginjak paha atau lutut bek Qatar, Saifeldeen Hassan, wasit langsung memberi kartu merahkan. Tapi, saat Witan Sulaeman dihajar Saif Eldeen (56), wasit Nasrullo Kabirov asal Tajikistan, membiarkan saja.

Gawatnya, wasit VAR Pu-Udom, tenang-tenang saja. Padahal jjka VAR digunakan seperti saat Rizky Ridho, sangat mungkin Jenner terbebas. Wong jelas tidak ada sentuhan apapun, meski Saifeldeen memgerang dan berguling. Malah jika Kabirov jujur, pemain Qatar yang akan terkena karena melakukan diving (tipuan).

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X