Di babak semifinal, keputusan tendangan penalti Indonesia dibatalkan setelah dilakukan tinjauan video (VAR). Gol Muhammad Ferrari juga dianulir karena Ramadhan Sananta dinyatakan offside dalam tinjauan VAR.
"Para pemain telah melakukan yang terbaik. Cukup sulit untuk menentukan nasib Anda hanya dengan satu peluit dari wasit," Shin Tae-yong menuturkan.
Dia menyentil AFC untuk menghormati sepak bola Indonesia. "Saya berharap AFC dapat berkembang lebih jauh dan memainkan sepak bola yang lebih baik, para pemain dari tim mana pun harus melakukannya yang terbaik."
“Saya pikir penting untuk menghormati satu sama lain dan membuat permainan sebaik mungkin,” katanya.
Shin Tae-yong, yang ditanya apakah dia membuat komentar ini dengan maksud memberikan tekanan pada wasit untuk pertandingan Irak, dia berkata, "Bukan itu maksud saya sama sekali. AFC dan para pemain harus terus berkembang. Jadi kami perlu melakukannya lebih berhati-hati dan hormat satu sama lain dalam hal itu."
Ia menambahkan, “Jika para pemain menghormati wasit di lapangan, dan jika wasit menghormati pemain yang berlumuran darah dan keringat selama pertandingan, serta para pelatih dan staf pelatih di kedua bangku cadangan, maka kejadian malang seperti itu tidak akan terjadi. Saya bertanya dengan niat murni."
Artikel Terkait
Thomas Cup 2024: Gagal Sumbangkan Poin Perdana untuk Indonesia, Anthony Ginting Ungkap Penyebab
David Tua Kupas Kepala dengan Gigi, Penggemar Jadi Takut
Semua Tentang Olimpiade 2024 Cabang Sepak Bola Pria
Apakah Benar Pertandingan Timnas U-23 Indonesia Vs Uzbekistan Diulang? Ini Faktanya
Piala Asia U-23 2024: Wasit VAR Kontroversial Sivakorn Pu-Udom Lagi-Lagi Bertugas di Laga Timnas U-23 Indonesia, Sinyal Garuda Muda Tumbang?