SportlinkNews - Pertandingan hidup mati antara Indonesia vs Guinea sangat dinanti masyarakat kedua negara. Mereka tentu berharap tim kesayangan mereka bisa lolos ke Olimpiade.
Maklum saja, bagi Indonesia, lolos ke Olimpiade menjadi ambisi yang terpendam sejak tahun 1976 saat Olimpiade Montreal digelar.
Sayangnya, ambisi tersebut musnah lantaran kalah oleh timnas Korea Utara dalam drama adu pinalti di Senayan, Jakarta.
Baca Juga: Cukup 3 Kali Latihan, Kaba Diawara Tegaskan Guinea Harus Menang Bagaimanapun Caranya
Ambisi Indonesia memang sangat wajar, apalagi sepak bola Indonesia pernah lolos ke Olimpiade Melbourne di Australia pada tahun 1956.
Di Olimpiade Melbourne 1956 timnas Indonesia membuat kejutan dengan menahan raksasa sepak bola Uni Sovyet yang dikenal tangguh pada masa itu.
Sayangnya, pada pertemuan kedua, Ramang dan kawan-kawan gagal membendung gebrakan Uni Sovyet dan harus pulang ke Indonesia dengan skor 4-0 untuk Uni Sovyet.
Baca Juga: Media Vietnam Ikut Soroti Laga Timnas U-23 Indonesia Vs Guinea, Garuda Muda Punya Tantangan Berat
Kali ini dengan bekal pemain bertalenta, baik pemain asli Indonesia maupun naturalisasi, serta pelatih Shin Tae-yong, masyarakat Indonesia berharap Dewi Fortuna berpihak pada Indonesia.
Cukup kekalahan melawan Uzbekistan dan Irak yang mempersulit Indonesia lolos ke Olimpiade. Saatnya membalas kekalahan tersebut dengan menjebol gawang Guinea.
Dan jika Indonesia lolos ke Olimpiade, bukan berarti perjuangan selesai. Garuda Muda harus bekerja super ekstra keras lantaran lawan yang dihadapinya sangat kuat.
Baca Juga: Link Live Streaming Timnas U-23 Indonesia Vs Guinea - Selangkah Menuju Olimpiade 2024
Jika Indonesia lolos Olimpiade Paris 2024 maka Indonesia akan ditunggu oleh Timnas Prancis, Amerika Serikat, dan Selandia Baru di Grup A.
Lagi-lagi ini bukanlah grup kaleng-kaleng. Prancis tentu diunggulkan karena menjadi tuan rumah dan juga dikenal sebagai raksasa sepak bola.
Artikel Terkait
NASCAR, Ikon Budaya Motorsport Amerika yang Penuh Intrik dan Menghibur
Lego Luncurkan Mobil Formula 1 McLaren MP4/4 dengan Mini Figur Ayrton Senna
Menpora Dito Ariotedjo: Persaingan Thomas dan Uber Cup Tahun Ini Memang Sangat Sengit
Demi Mendongkrak Ranking Dunia Ganda Reza/Sabar Terjun ke-4 Turnamen Besar Asia