“Saya pikir pengawasan yang terlalu terlihat jelas kontraproduktif,” katanya. “Mereka merasa harus menunjukkan kekuatannya, bagaimana caranya, sebagai cara untuk membendung kerumunan. Padahal sebenarnya crowd control tidak berjalan seperti itu.”
Pemikiran tersebut juga diamini oleh seorang penggemar Serbia di luar stadion menjelang pertandingan.
“Anda melihat polisi terlibat padahal tidak diperlukan. Kadang-kadang polisi merasa seolah-olah benar-benar memprovokasi,” katanya.
Terutama damai
Pada akhirnya, hanya ada sejumlah penangkapan pada hari Minggu (16/6), dan tidak ada satu pun di antara para pendukung Inggris.
Sekelompok pendukung Serbia diserang di sebuah restoran di kota sebelum pertandingan, meskipun tidak jelas siapa yang berada di balik serangan tersebut.
Apakah hari itu tetap relatif damai karena banyaknya kehadiran polisi, atau malah sebaliknya, masih belum jelas.
Baca Juga: Euro 2024: Apa Itu Grup Kematian?
"Ini adalah kota kecil, dan pendukung Inggris bisa berjumlah puluhan ribu. Anda dapat memahami mengapa mereka harus berhati-hati," katanya.
“Langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi hal tersebut, yang menurut kami berdampak negatif pada apa yang ingin mereka capai.”
Artinya, jika mereka mempunyai dampak apa pun. Seperti yang dikatakan oleh seorang fans Swiss yang mengenakan seragam Inggris di luar stadion: "Kami hanya perlu minum dua kali lebih banyak."
Artikel Terkait
Guess Jeans Menunjuk Trent Alexander Arnold sebagai Duta Merek Pada Euro 2024
7 Pemain Ini Harus Diwaspadai di Euro 2024 Lihat Sepatu yang Mereka Kenakan
Jude Bellingham Pamer Selebrasi Baru, Begini Penjelasan Wonder Kid Inggris
Ronald Koeman Terciduk Kamera Lakukan Kebiasaan Jorok, Suporter Belanda Bereaksi
Keajaiban Eriksson Tidak Cukup, Slovenia Tetap Melawan