Catatan Sepak Bola Euro 2024: Anak-anak Koloni di Tim Oranye...

Suryansyah, Sportlink News
- Kamis, 4 Juli 2024 | 12:25 WIB
Cody Gakpo penyerang Belanda dari garis koloni. (UEFA)
Cody Gakpo penyerang Belanda dari garis koloni. (UEFA)

Nah, tim Oranye kali ini, dari 22 pemain yang dibawa Koeman, 9-15 adalah pemain naturalisasi. Dan, inilah tim Oranye pertama yang paling berwarna.

Virgil van Dijk, penyerang andalan Liverpool ini sudah berusia 32. Ia sudah berada di dalam timnas Belanda sejak 2015. Darah yang mengalir di tubuhnya adalah China dan Suriname.

Nathan Ake, pemain Manchester City berusia 29 tahun. Awalnya ikut Akademi Chelsea, lalu pindah ke Belanda. Darah yang mengalir ditubuhnya dari perpaduan sang ayah Moise Ake, Suriname Afrika dengan ibu Ineke Telder, Belanda.

Baca Juga: Beragam Suporter Sepak Bola Eropa Cermin Budaya Lokal

Tijjani Reijnders, gelandang AC Milan, berusia 25 tahun itu memiliki vam Lekatompessy, jelas marga dari Indonesia Timur, Ambon atau Maluku. Sama seperti beberapa pendahulunya Simon Tahamata dan mantan kapten timnas Belanda, Giovanni van Bronckhorst, Tijjani menjadi andalan tim Oranye.

Xavi Simons, gelandang RB Leipzig. Usianya baru 21 tahun, ia menjadi pendobrak tim negeri Kincir Angin. Ayahnya asli Suriname dan juga pemain bola profesional.

Cody Gakpo, merobek gawang Rumania di 16 besar, pada menit 20. Seperti sang kapten Virgil, Gakpo adalah sayap andalan Liverpool. Usianya baru 25 tahun, ayahnya warga negara Togo dan berdarah Ghana, sedang ibunya asli Belanda. Namun jika melihat postur dan kulit Gakpo, warna ayah terlalu kuat menyerap.

Baca Juga: Euro 2024: Salam Serigala Merih Demiral Berbuah Sanksi

Meski masih banyak lainnya, saya mengakhiri tulisan ini pada bintang Belanda yang memporak-porandakan Rumania dengan mencetak dua gol di menit 83 dan 90+3, untuk membawa negara yang dibelanya ke quarter final melawan Turki.

Usia pemain sayap Dortmund ini baru 25 tahun, ketajamannya saat menghajar Rumania, begitu luar biasa. Ayah dan ibunya asli Suriname, negeri yang pernah dijajah oleh Kerajaan Belanda.

Dan tanah yang juga menampung lebih dari 12 persen rakyat Indonesia yang dibawa dan dipeketjakan di perkebunan oleh penjajah.

Dari sini, saya ingin, kita penggila sepak bola nasional mau melihat perkembangan sepak bola di dunia secara terbuka. Artinya jika negara yang jauh di atas kita, pernah menjadi juara dunia dan Eropa saja mau menerapkan naturalisasi, lalu, kita....

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X