Tapi karena faktor kekecewaan yang berat pada sang ayah, dan perjuangan sang ibu yang sangat luar biasa, Theo dan Lucas justru memilih Perancis ketimbang Spanyol.
Seperti tulisan-tulisan sebelumnya, saya ingin mengajak kita semua untuk terus membuka wawasan soal pemain keturunan.
Maklum, hingga saat ini, masih saja ada orang yang sepertinya anti, padahal fakta di dunia, khususnya Piala Eropa 2024, Copa America, dan Piala AFF, berkata lain.
Baca Juga: Kolaborasi Emile-Samory Fofana dan Adidas, Qamis Sepak Bola yang Fungsional dan Inovatif
Kita telah dibentangkan dengan fakta kisah para pemain keturunan, naturalisasi, imigran, dan koloni yang tak terbantahkan.
Jika negara-negara yang prestasi sepak bolanya sangat tinggi, mau melakukan hal itu, mengapa kok ada di antara kita yang berpikir seperti tahun 1945an?
Selain itu, meski mereka memakai banyak pemain yang bukan warga negara asli, pemain-pemain lokal meteka tetap bisa bermain. Bahkan, liga-liga mereka tidak mati hanya karena timnas mereka menggunakan pemain yang berbeda.
Semoga bermanfaat...
Bravo sepak bola nasional, bravo seluruh pemain Indonesia dari mana pun mereka berada....
Artikel Terkait
Emiliano Martinez Berjuang Demi Lionel Messi, Argentina Lolos ke Semifinal Copa America 2024
Tragis, Cristiano Ronaldo Akhiri Perjalanan di EURO 2024 dengan Rekor Buruk
Keberadaan Cesc Fabregas Bantu Como 1907 Rekrut Pau Lopez dari Olympique Marseille
Investasi Rekor Bob Iger dan Willow Bay untuk Angel City FC: Mengubah Peta Sepak Bola Wanita AS
Three Jalin Sponsorship Tim Wanita Chelsea: Dukungan Besar untuk Musim 2024-2025