SportlinkNews - Cesc Fabregas berharap dapat menguji dirinya sebagai pelatih Como 1907 di Serie A. Termasuk melawan mantan bosnya yang menakjubkan Antonio Conte.
Como 1907 adalah klub milik pengusaha Indonesia. Como memperoleh promosi dari Serie B dan kembali ke divisi utama untuk pertama kalinya dalam 21 tahun.
Fabregas secara teknis hanya menjadi asisten manajer musim lalu bagi Osian Roberts saat mengamankan posisi kedua, karena ia belum memiliki lencana kepelatihan yang diperlukan.
Baca Juga: Resmi: Como Umumkan Perekrutan Varane, Pemenang Liga Champions Empat Kali
Tetapi kini telah dipromosikan ke peran resmi sebagai pelatih. Mantan pemain Arsenal dan Spanyol itu berhak di berdiri di pinggir lapangan pada kompetisi Serie A musim 2024-25.
"Tim tersebut harus memiliki banyak energi yang selalu ingin menang, di mana pun kami bermain. Saya pikir itu tidak dapat dinegosiasikan," kata Fabregas yang baru berusia 37 tahun pada bulan Mei.
"Saya pikir Serie A adalah liga yang sangat taktis. Pelatih yang sangat bagus datang ke liga tahun ini dan saya pikir itu akan sangat sulit karena banyak pelatih dengan ide yang berbeda, filosofi yang berbeda, sistem yang berbeda," lanjutnya.
Baca Juga: Sah, Fabregas Jadi Pelatih Kepala Como 1907, Begini Komentar Perwakilan Djarum Group Mirwan Suwarso
Menurutnya Serie A akan menjadi ujian yang fantastis bagi Como sebagai pendatang baru.
Di antara para pendatang baru tersebut adalah Conte yang menangani Napoli, yang tentu saja pernah bekerja sebagai manajer Fabregas di Chelsea dari tahun 2016 hingga 2018.
“Tentu saja saya akan menghadapi pelatih seperti Antonio Conte, yang merupakan mantan pelatih saya. Dan akan sangat luar biasa untuk dapat bersaing dengannya di area lain sekarang,” pungkasnya.
Baca Juga: Indonesia Kecolongan, Pemain Timnas U-16 Matthew Baker Dipanggil Skuad Australia U-17
Como merekrut nama-nama besar musim panas ini, termasuk Pepe Reina, Raphael Varane, Andrea Belotti, dan Alberto Dossena, tetapi Fabregas juga memiliki peringatan untuk mereka.
“Siapa pun yang datang ke sini perlu memahami bahwa kami bukanlah Manchester City, Bayern Munich, Real Madrid, Barcelona. Kami adalah klub yang sangat rendah hati dan kami ingin terus berkembang, mengambil langkah yang tepat pada waktu yang tepat," ungkap Fabregas.
Artikel Terkait
Bagaimana Program Pelatihan Bertahap Dapat Dirancang untuk Atlet Lari Remaja?
Intip Liburan Musim Panas Pembalap MotoGP, Ada yang Menikah Hingga Belanja Supercar
Hasil Piala Presiden: Arema FC Jegal Ambisi Persis Solo Lewat Dua Gol Lokolingoy
Olimpiade Paris 2024: Gregoria Mariska Tunjung Lawan Kim Ga Eun di Babak 16 Besar, Begini Komentarnya
Hasil Olimpiade Paris: Bermain Rubber Set, Ginting Akui Ketangguhan Popov