Manchester United Menang Tipis, Erik ten Hag Temukan Kekurangan di Lini Depan

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Sabtu, 17 Agustus 2024 | 21:15 WIB
Erik ten Hag tetap menemukan satu kekurangan di lini depan meski Manchester United berhasil mengalahkan Fulham. (alamy)
Erik ten Hag tetap menemukan satu kekurangan di lini depan meski Manchester United berhasil mengalahkan Fulham. (alamy)

SportlinkNews - Pelatih Manchester United, Erik ten Hag, meskipun puas dengan kemenangan timnya atas Fulham, menemukan satu kelemahan yang menjadi sorotan dalam pertandingan tersebut.

Manchester United mengawali musim Liga Inggris 2024-2025 dengan hasil positif, mengamankan kemenangan di pekan pertama.

Bertanding di kandang sendiri, Old Trafford, pada Sabtu (17/8/2024) dini hari WIB, Setan Merah berhasil mengalahkan Fulham dengan skor tipis 1-0.

Baca Juga: Tolak 10 Tawaran Klub, Shin Tae-yong Pilih Perpanjang Kontrak dengan Timnas Indonesia

Gol tunggal kemenangan Manchester United dicetak oleh Joshua Zirkzee menjelang akhir pertandingan, tepatnya pada menit ke-87.

Zirkzee, yang merupakan rekrutan anyar Man United, berhasil memanfaatkan umpan silang dari Alejandro Garnacho yang berasal dari sisi lapangan untuk menggetarkan gawang The Cottagers.

Setelah pertandingan usai, Erik ten Hag mengungkapkan rasa puasnya terhadap performa yang ditunjukkan oleh para pemainnya.

Baca Juga: Hasil Liga 1: Pembalasan Borneo FC Kandaskan Arema FC Lewat Gol di Babak Kedua

Namun, Ten Hag juga menyoroti satu kekurangan penting yang menurutnya perlu segera diperbaiki, terutama jika Rasmus Hojlund, striker andalan yang absen akibat cedera saat pramusim, bisa tampil dalam laga tersebut.

Kekurangan yang dimaksud oleh Ten Hag adalah kurangnya efektivitas Manchester United dalam menyelesaikan peluang di depan gawang lawan.

Meskipun memiliki banyak peluang untuk mencetak gol, timnya gagal memanfaatkan kesempatan tersebut dengan maksimal.

Baca Juga: Tim U20 Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI di Stadion Madya Senayan

Ketidakhadiran Hojlund sebagai striker utama terasa signifikan dalam pertandingan itu, dan hal ini terlihat dari tidak optimalnya peran Bruno Fernandes yang diplot sebagai false nine atau striker palsu.

Fernandes, yang biasanya berperan sebagai playmaker, tampak kurang efektif ketika ditempatkan di posisi yang lebih maju.

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: GOAL

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X