SportlinkNews - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengungkapkan pandangannya mengenai sosok Marselino Ferdinan serta caranya membangun hubungan erat dengan para pemain Garuda.
Dalam sebuah wawancara dengan KBS World Indonesian, pelatih asal Korea Selatan ini membeberkan pendekatan uniknya yang telah membantu menciptakan atmosfer kekeluargaan di tim nasional.
Shin Tae-yong menceritakan bahwa sebelum menerima tawaran untuk melatih Timnas Indonesia, dirinya sudah mempelajari kebiasaan dan budaya masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Geoffrey Moncada, Sosok Kunci di Balik Kesuksesan AC Milan Rekrut Youssouf Fofana
Baginya, memahami budaya lokal merupakan kunci penting untuk mendekati para pemain.
Dengan pengetahuan ini, Shin Tae-yong mengadopsi pendekatan yang menyerupai hubungan kakak-adik, di mana kedekatan emosional dibangun melalui interaksi fisik dan candaan yang akrab.
"Awalnya, saya tidak tahu banyak tentang Indonesia, termasuk agama, budaya, dan gaya hidup masyarakatnya. Itu semua menjadi hal pertama yang saya pelajari," ujar Shin Tae-yong seperti yang dikutip SportlinkNews dari kanal YouTube KBS World Indonesian.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Frustrasi, Al Nassr Kalah Telak dari Al Hilal di Final Piala Super Arab Saudi
Ia menekankan bahwa meskipun gaya hidup pemain sepak bola penting, memahami budaya masyarakat lebih utama, terutama karena ia belum fasih berbahasa Indonesia.
Shin Tae-yong pun tak ragu untuk berinteraksi secara fisik dengan para pemainnya.
Ia menceritakan bagaimana ia menggunakan gestur sederhana seperti mencabut bulu telinga, mencubit, atau bahkan berpura-pura menusuk mata untuk mencairkan suasana.
Baca Juga: Hasil Liga 1: Semen Padang Tidak Berkutik di Hadapan Bali United FC
Meskipun mungkin terlihat kasar, ia mengklaim bahwa para pemain justru menyukai gaya bercandanya yang penuh keakraban.
"Para pemain senang ketika saya bercanda dengan mereka, meskipun situasinya bisa dianggap serius."
Artikel Terkait
Borneo FC Sukses Menuntaskan Revans Atas Arema FC di Pekan Kedua Liga 1
Banyak Dapat Peluang Emas, Pelatih Arema Joel Cornelli Mengaku Timnya Mendapat Tekanan Kuat dari Borneo
Dikalahkan PSIS, Pelatih Persis Solo Akui Timnya Kehilangan Enam Poin karena Kesalahan Individual
Pelatih PSIS Semarang Sebut Timnya Kewalahan Menghadapi Serangan Persis Solo
Veda Ega Pratama Raih Podium Perdana Red Bull Rookies Cup 2024 di Red Bull Ring