Persis Solo Terseok di Liga 1 2024-2025, Faktor Bahasa Hambat Adaptasi Pemain Asing Baru

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Senin, 26 Agustus 2024 | 19:00 WIB
Faktor bahasa dinilai menjadi penghambat Persis Solo sepanjang kompetisi Liga 1 2024-2025 karena tidak menjadi tim padu. (Liga Indonesia Baru)
Faktor bahasa dinilai menjadi penghambat Persis Solo sepanjang kompetisi Liga 1 2024-2025 karena tidak menjadi tim padu. (Liga Indonesia Baru)

SportlinkNews Persis Solo masih belum mampu meraih satu poin pun dari tiga pertandingan yang telah mereka jalani di Liga 1 2024-2025.

Laskar Sambernyawa harus menelan kekalahan dalam tiga laga awalnya, yakni kalah 0-3 dari PSM Makassar, 0-1 dari PSIS Semarang, dan 1-2 dari Persija Jakarta.

Salah satu penyebab dari hasil buruk ini adalah adaptasi yang lambat dari pemain asing baru yang didatangkan oleh klub.

Baca Juga: Ernesto Valverde: Lamine Yamal Semakin Mirip Lionel Messi Setelah Gol Spektakuler ke Gawang Athletic Club

Sebagai catatan, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah menerapkan peraturan baru terkait regulasi pemain asing di Liga 1 musim ini.

Setiap klub diperbolehkan memiliki hingga delapan pemain asing, namun hanya enam yang bisa dimainkan dalam satu pertandingan.

Pada musim sebelumnya, setiap klub hanya diperbolehkan memiliki enam pemain asing.

Baca Juga: Diambil dari Gunung Merapi Jaboi, Ayo Sambut Kirab Api PON XXI Aceh-Sumut 2024

Untuk musim ini, Persis Solo mendatangkan tujuh pemain asing, yaitu Eduardo Kunde dan Ricardo Lima dari Brasil, Gonzalo Andrada dan Facundo Aranda dari Uruguay, Sho Yamamoto dari Jepang, Moussa Sidibe dari Mali, serta Karim Rossi dari Swiss.

Dari tujuh pemain asing ini, Sho Yamamoto dan Moussa Sidibe adalah nama-nama yang sudah menjadi pilar Persis sejak musim lalu, sementara lima lainnya adalah rekrutan baru.

Sayangnya, kendala bahasa menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi oleh pelatih Milomir Seslija dalam mengintegrasikan pemain-pemain asing baru ini ke dalam tim.

Baca Juga: Heboh Isu Perselingkuhan Istri Pratama Arhan, Bareskrim Polri Periksa Azizah Salsha

Milomir Seslija, pelatih asal Bosnia, hanya mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris, sementara sebagian besar pemain dari Brasil dan Uruguay tidak memahami bahasa tersebut, mengingat mereka lebih terbiasa dengan bahasa Portugis dan Spanyol.

Akibatnya, komunikasi antara pelatih dan pemain menjadi kurang efektif, yang berpengaruh pada implementasi taktik dan strategi di lapangan.

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: persis solo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Calvin Verdonk Tinggalkan Timnas Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 | 09:27 WIB

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB
X