"Tim lawan tidak bisa melawan dengan baik, itu sudah jelas,” ungkap Zavarzin dalam sebuah wawancara, seperti dikutip dari Soha.
Ia juga menambahkan bahwa timnas Vietnam hanya berada di level yang sama dengan Kuba, tim yang mereka kalahkan sebelumnya dengan skor telak.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh mantan kiper timnas Rusia, Anzor Kavazashivili.
Ia mengakui bahwa perbedaan level antara Rusia dan Vietnam sangat terlihat jelas dalam pertandingan tersebut.
Baca Juga: Thomas Tuchel Tolak Latih Manchester United, Terlalu Dikekang dalam Kebijakan Transfer
Menurutnya, hasil ini tidak perlu terlalu dibanggakan karena lawan yang mereka hadapi memang berada di tingkat yang lebih rendah.
“Saya tidak mengerti mengapa hasil ini membuat beberapa orang merasa begitu bangga. Perbedaan level antara kedua tim terlalu besar,” kata Kavazashivili.
Ia menekankan bahwa kemenangan seperti ini seharusnya tidak menjadi tolok ukur utama untuk mengukur kekuatan timnas Rusia.
Baca Juga: Bendera IKN dan 38 Provinsi Dikibarkan dalam Acara Pembukaan PON XXI Aceh-Sumut 2024
Kritikan dari para pundit Rusia tersebut menunjukkan bahwa meskipun Rusia menang dengan skor telak, performa timnas Vietnam dianggap masih jauh dari standar internasional.
Kekalahan ini mungkin menjadi evaluasi penting bagi timnas Vietnam untuk meningkatkan performa mereka di masa mendatang dan bersaing di level yang lebih tinggi.***
Artikel Terkait
Bali Raih Emas Pertama dari MTB XCO Putri, Jawa Timur Dominasi XCO Putra
Jadwal Lengkap Pertandingan PON XXI Wilayah Aceh, Sabtu 7 September 2024
Kontingen Jawa Timur Dominasi Balap MTB di PON XXI
Tumbangkan Yogyakarta, DKI Jakarta Jadi Kandidat Kuat Rebut Medali Emas Polo Air Putra PON XXI
Bali Sapu Bersih Medali Emas Cabor Kriket Nomor T20 PON XXI Aceh-Sumut 2024