Sportlinknews - Luciano Spalletti merahasiakan susunan pemain Italia melawan Israel di Nations League dan masih kesal dengan hasil imbang Belgia. Satu insiden dapat mengacaukan segalanya.
Pertandingan Italia vs Israel akan dimulai di Stadion Bluenergy di Udine pada hari Senin (14/10).
Azzurri berada di puncak grup Nations League, meskipun sekarang hanya unggul satu poin dari Prancis setelah bermain imbang 2-2 dengan Belgia.
Baca Juga: Italia 2 Belgia 2: Tedesco Akui Ditolong Kartu Merah
Mereka telah memimpin dengan nyaman 2-0 hingga Lorenzo Pellegrini mendapat kartu merah, sehingga gelandang Roma tersebut diskors dan digantikan oleh Nicolò Zaniolo dalam skuad.
“Saya belum tahu persis siapa saja pemain inti, karena ini adalah pertandingan yang sangat sulit dengan banyak bahaya tersembunyi,” kata Spalletti dalam konferensi persnya dan kepada RAI Sport.
“Zaniolo adalah pemain yang paling baru datang, jadi tidak mungkin dia akan bermain sejak awal, karena itu juga menunjukkan bahwa saya salah karena tidak memasukkannya dalam kelompok awal yang beranggotakan 23 pemain. Saya dapat memastikan bahwa Guglielmo Vicario akan bermain sejak awal.”
Baca Juga: Italia 2 Belgia 2: Azzurri Tidak Bisa Berbuat Banyak dengan 10 Pemain
Akankah gelandang Juventus Nicolo Fagioli mendapat kesempatan dan dapatkah dia bermain bersama bintang Torino Samuele Ricci?
“Fagioli layak mendapat lebih banyak waktu bermain dan dia bekerja keras, tetapi kali ini saya tidak akan bisa memberi Anda terlalu banyak petunjuk tentang susunan pemain,” jelas Spalletti.
“Dia bisa bermain dengan Ricci, saya memberinya peran di depan pertahanan karena saya pikir itu cocok untuknya, tetapi dia juga harus tahu cara mengubah tempo dan arah, melepaskan diri dari penjagaan ketat dan menggunakan lini tengah seperti trampolin untuk memantulkan bola dari satu sisi ke sisi lain.”
Baca Juga: Spalletti Renungkan Posisi Chiesa dalam Formasi Baru Italia 3-5-2
Spalletti tetap membuka peluang bagi Italia
Udine adalah tempat karier kepelatihan Spalletti benar-benar menanjak, menikmati masa di sini dari tahun 2002 hingga 2005, membawa mereka ke posisi keenam, ketujuh, dan keempat di Serie A.
“Ini adalah tempat yang luar biasa dan saya beruntung pernah menghabiskan waktu di sini dalam karier saya, belajar banyak hal. Saya lebih suka berada di sini dalam situasi yang berbeda, karena sepak bola adalah kegembiraan dan kita tidak melihat banyak hal itu dalam suasana ini," ungkap Spalletti.
Artikel Terkait
Kolaborasi Equipo FC dan AC Saen Saep Terinspirasi Jeruk dari Thailand dan Spanyol
Lionel Messi dan Bad Bunny Berkolaborasi untuk Sepatu Kets Adidas Gazelle
Kevin Diks OTW Gabung Timnas Indonesia, Media Belanda Ikut Soroti Keputusan Besarnya
Menpora Dito Menutup Peparnas ke-17 Solo 2024, Sampaikan Pesan Presiden Jokowi
Finlandia 1 Inggris 3: Jack Grealish Bangkitkan Skuad Tiga Singa