Keputusan-keputusan yang diambil oleh Al Kaf dalam pertandingan tersebut menuai kritik tajam dari publik Indonesia.
Baca Juga: WONDR by BNI Indonesia International Challenge 2024: Dhinda Susul Rekan-rekannya ke Babak Utama
Puncak kontroversi terjadi ketika Al Kaf memberikan tambahan waktu yang melebihi batas normal.
Meski waktu tambahan sudah habis, Bahrain masih diizinkan mencetak gol penyeimbang, yang pada akhirnya membuat Indonesia gagal menang.
Pertandingan yang semula akan dimenangkan Indonesia dengan skor 2-1 berakhir imbang 2-2.
Baca Juga: Penampakan Pertama Bimota di Tes Pramusim 2025 di Jerez
Setelah pertandingan, PSSI segera mengajukan protes resmi kepada AFC terkait kepemimpinan wasit.
Namun, protes tersebut tidak diterima, dan AFC menolak untuk melakukan tindakan lebih lanjut.
Keputusan ini memicu reaksi keras dari netizen Indonesia, yang bahkan sampai mengirim ancaman pembunuhan kepada wasit terkait insiden tersebut.
Baca Juga: Terungkap Rahasia Hattrick Messi, Ini Kolaborasi Adidas x Bad Bunny F50
Tidak hanya wasit, Asosiasi Sepak Bola Bahrain (BFA) juga ikut mendapatkan sorotan dari suporter Indonesia.
Protes terhadap kepemimpinan wasit dan hasil pertandingan itu meluas hingga kepada pemain dan ofisial BFA, yang akhirnya mendorong BFA untuk mengajukan protes balik.
Mereka meminta agar laga melawan Indonesia di masa mendatang dimainkan di luar Indonesia, mengingat ancaman yang diterima oleh pihak mereka.
Baca Juga: Mike Tyson Pamer Otot Leher yang Keras, Jake Paul: Saya Akan Menghajarnya
Situasi inilah yang membuat media China, khususnya 163.com, semakin khawatir dengan laga mendatang antara China dan Bahrain.
Artikel Terkait
Pembangunan Rumah Impian Marcus Rashford di Lapangan Golf Terhenti, Begini Penampakannya
FIFA Tolak Permintaan BFA, Pertandingan Melawan Bahrain Tetap di Indonesia
Ilmu Gizi dalam Performa Atlet, Makanan Ini Patut Dihindari
Ancelotti Minta Real Madrid Mainkan Sepak Bola Rock and Roll
Leverkusen Sebut Xabi Alonso Akan Hengkang ke Salah Satu dari Dua Pilihan pada 2025