Kekurangan serat yang berasal dari sayur-sayuran bisa menyebabkan pergerakan tinja di usus menjadi lebih lambat, sehingga tinja mengeras dan menumpuk di usus besar.
Baca Juga: Persib Bandung Siap Hadapi Lion City Sailors, Misi Raih Tiga Poin di AFC Champions League
Inilah yang kemudian memicu sembelit.
Selain itu, kurangnya asupan air juga dapat memperburuk kondisi sembelit karena tubuh membutuhkan cukup cairan untuk membantu proses pencernaan dan melunakkan tinja.
Menurut beberapa penelitian, orang dewasa membutuhkan sekitar 25-30 gram serat per hari untuk menjaga kesehatan pencernaan yang optimal.
Baca Juga: Ivar Jenner Absen, Timnas Indonesia Tetap Siap Hadapi Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Namun, banyak orang yang tidak mencapai jumlah ini, terutama mereka yang jarang mengonsumsi sayur.
Akibatnya, risiko terkena sembelit pun meningkat.
Oleh karena itu, sangat penting untuk memasukkan sayur dalam pola makan sehari-hari untuk memastikan tubuh mendapatkan cukup serat.
Baca Juga: Hadapi Kepulauan Mariana Utara Pelatih Timnas Indonesia U17 Bakal Rotasi Pemain
Selain itu, konsumsi sayur yang cukup juga membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.
Bakteri baik ini berperan dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan dan mencegah masalah seperti sembelit.
Bila kita kurang mengonsumsi sayur, keseimbangan bakteri baik di usus dapat terganggu, yang juga dapat memicu berbagai masalah pencernaan.
Baca Juga: Cikal Bakal Lahirnya FC Barcelona Berawal dari Iklan Kecil di Sebuah Majalah
Kesimpulannya, kurangnya konsumsi sayur bisa menjadi salah satu penyebab utama sembelit.
Artikel Terkait
PSIS Semarang Terancam Keluar dari 15 Besar Klasemen Sementara Liga 1
PSM Makassar Main Imbang dengan Persebaya, Bernardo Tavares: Pertandingan Ini Tidak Mudah
WONDR by BNI Indonesia International Challenge 2024: Reza, Saut, Ikhsan, dan Ubed Melaju, Bismo Tertahan
Barca Berinvestasi di Rimbarlat Demi Perawatan Cedera Otot yang Lebih Baik dan Efisien Bagi Atletnya
Gregoria Harus Menepi Setidaknya Satu Pekan