Sportlinknews - Antonio Conte merasa hasil 3-0 tidak sepenuhnya mencerminkan performa Napoli melawan Atalanta. Tapi tim asuhan Gian Piero Gasperini dinilai masih lebih kuat dan seharusnya membuat semua orang takut.
Napoli menderita di kandang sendiri, Minggu (3/11). Tim asuhan Conte dipermalukan Atalanta 0-3. Ademola Lookman mengemas 2 gol pada menit 10 dan 31, dan satu lagi dicetak Mateo Reteguio menit 90+2.
Telah diketahui bahwa Conte bermain di bawah asuhan Gasperini ketika keduanya berada di Juventus beberapa tahun yang lalu, dan sang maestro masih memiliki beberapa trik.
Baca Juga: Daniel Maldini, Bintang Muda Monza yang Kini Diincar Atalanta: Akankah AC Milan Menyesal?
Meninggalkan Capocannoniere Mateo Retegui di bangku cadangan terbukti menjadi langkah yang jitu, karena hal itu membuat pertahanan Napoli hanya memiliki sedikit titik acuan.
Ademola Lookman telah memberi La Dea keunggulan 2-0 pada menit ke-30, dengan Retegui masuk untuk melakukan tendangan voli pada masa tambahan waktu untuk mengubah kedudukan menjadi 3-0.
“Saya harus sangat jujur, saya pikir itu adalah penampilan yang tepat dari tim. Tentu saja ada beberapa situasi pada gol yang membuat perbedaan, di mana kami dapat melakukan yang lebih baik, tetapi saya tidak dapat menyalahkan tim atas rasa lapar dan sikap mereka,” kata Conte kepada DAZN.
Baca Juga: Asian Schools Football Championship Digelar di Solo, Ini Pesan Wamenpora Taufik Hidayat
“Kami melihat statistiknya, mereka sangat seimbang secara keseluruhan. Kami menekan dengan kuat dan itu menghabiskan banyak energi, jadi saya tidak bisa meminta lebih banyak lagi.”
Conte menegaskan Atalanta lebih kuat dari Napoli saat ini.
Hebatnya, ini adalah kedua kalinya Conte kalah dalam pertandingan kandang Serie A dengan selisih tiga gol dan yang lainnya juga melawan Atalanta, hasil 5-2 mereka dengan Juventus pada November 2009.
“Kami telah melakukannya dengan sangat baik sejauh musim ini, kami menghadapi tim yang menurut saya lebih kuat dari kami saat ini. Saya telah mengatakan itu dalam konferensi pers sebelumnya bukan untuk melindungi diri sendiri, tetapi karena ini adalah tim Atalanta yang telah menjadi pemain reguler di Liga Champions, yang musim lalu memenangkan Liga Europa dengan mengalahkan Bayer Leverkusen dan mereka memiliki kedalaman skuad yang seharusnya membuat semua orang takut,” lanjut sang pelatih.
Baca Juga: Napoli Kokoh di Puncak Serie A, Antonio Conte Bawa-bawa Tottenham
“Kita perlu menghadapi pertandingan seperti ini, mengevaluasi, dan belajar sebagai bagian dari proses. Jangan lupa, Atalanta lolos ke Liga Champions musim lalu dan finis di posisi ke-10.
Artikel Terkait
Klasemen Pembalap MotoGP: Bagnaia Pangkas Jarak dengan Martin, Siapa yang Bakal Jadi Juara Dunia?
Shin Tae-yong Andalkan Pemain Muda U-22 di ASEAN Cup 2024, Dapat Sorotan Media Malaysia
PSM Makassar Wajib Waspada, Persik Kediri Datang dengan Motivasi Tinggi Raih Kemenangan
Lolos ke Perempat Final AFC Challenge League Bikin Madura United Optimis Hadapi Persija Jakarta
Elite Pro Championship 2024 yang Digagas Dewa United Banten Diikuti Klub-klub Lokal