Salah satu topik yang muncul adalah kemungkinan kepindahan Viktor Gyokeres, penyerang Sporting CP yang menjadi anak emas Amorim sejak bergabung dari Coventry City pada musim panas 2023.
Baca Juga: PSIS Semarang Semakin Terpuruk, Baru Cetak 5 Gol Sejak Liga 1 Bergulir
Namun, dalam wawancara singkat, Amorim menegaskan bahwa dirinya tidak akan membawa Gyokeres ke Manchester United.
Ia menjelaskan bahwa saat ini Gyokeres masih terikat kontrak dengan Sporting CP dan tetap menjadi bagian penting dari klub tersebut.
Amorim juga mengungkapkan bahwa dirinya ingin Gyokeres tetap fokus di Sporting CP, klub yang telah banyak memberinya kesempatan berkembang.
Baca Juga: Lepas dari Zona Degradasi Bikin PSS Sleman Punya Tekad Kuat Naik Peringkat Liga 1
"Saya baru saja menjalin hubungan baik dengan para pendukung Sporting, dan saya tidak ingin merusaknya dengan rumor transfer yang tak perlu," ucap Amorim seperti dilansir dari Metro.co.uk.
Ia menambahkan bahwa Gyokeres adalah sosok penting di Sporting CP, klub yang telah membantunya berkembang sebagai pemain.
Menurut Amorim, sang striker asal Swedia ini masih memiliki peran penting di Sporting dan ia ingin Gyokeres tetap fokus menyelesaikan musim bersama klub tersebut.
Baca Juga: Viktor Gyokeres: Monster Ciptaan Ruben Amorim yang Tampil Mengesankan di Liga Champions
Di bawah kepemimpinan Amorim, Gyokeres memang berhasil mencapai puncak performanya, dengan mencatatkan 66 gol dan 23 assist dalam 67 pertandingan di berbagai kompetisi sejak didatangkan dari Coventry City.
Rekam jejak gemilang ini menjadikan Gyokeres sebagai salah satu penyerang produktif yang konsisten mencetak gol, sehingga ia dianggap sebagai “monster” hasil didikan Amorim sendiri.
Namun, bagi Amorim, meskipun pemain ini sangat berarti bagi skuadnya di Portugal, membawa Gyokeres ke Old Trafford bukanlah bagian dari rencana awalnya di Manchester United.
Baca Juga: Kompetisi Liga 1 Ciptakan Perputaran Uang Mencapai Rp10,42 Triliun
Dengan demikian, Amorim mengisyaratkan bahwa ia akan fokus pada skuad yang ada di Old Trafford dan membangun tim sesuai filosofi kepelatihannya tanpa harus bergantung pada pemain yang sudah ia latih sebelumnya.***
Artikel Terkait
Preview Liga Champions: Inzaghi Ingatkan Arsenal Adalah Tim yang Kuat di Eropa
Hasil Survei Menunjukkan Mayoritas Publik Dukung Kebijakan Naturalisasi Timnas
Maruarar Sirait Sebut Erick Thohir Pantas Mendapat Angka Kepuasaan 94 Persen sebagai Ketum PSSI
Timnas Basket Indonesia Jalani Uji Coba Lawan Tim IBL
Ruben Amorim Terima Pesan Mengharukan dari Viktor Gyokeres Sebelum Hijrah ke Manchester United