Sebanyak 24 tim akan terbagi dalam dua grup, dengan masing-masing grup mengirimkan empat tim terbaiknya ke babak gugur.
Baca Juga: Menpora Dito dan KONI Pusat Apresiasi Triwatty Melakukan Transformasi Pordasi
Delapan tim yang lolos akan bertanding hingga partai final untuk memperebutkan gelar juara.
Meski merupakan ajang usia dini, Liga Anak Indonesia mencoba menghadirkan pengalaman kompetisi yang lebih profesional dengan menggunakan teknologi Visual Replay.
“Kami ingin memberikan kesan pertama yang berkesan, terutama pada seri nasional."
Baca Juga: Indonesia vs Arab Saudi: Adu Strategi Shin Tae-yong vs Herve Renard, Siapa yang Bakal Menang di GBK?
"Harapannya, ini dapat menarik perhatian pemerintah dan sponsor untuk mendukung keberlangsungan Liga Anak Indonesia di masa depan,” jelas Jalu.
Sebagai kompetisi pembinaan, Liga Anak Indonesia memiliki visi jangka panjang untuk mencetak pemain-pemain berbakat yang kelak dapat memperkuat tim nasional Indonesia.
“Kompetisi ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan pemain muda."
Baca Juga: Patung Harry Kane yang Jelek Dicap sebagai Mimpi Buruk
"Dari usia dini, mereka terus berkembang hingga mencapai masa emasnya. Harapannya, para pemain ini mampu membawa kejayaan bagi sepak bola Indonesia,” tutur Jalu.
Ia juga menekankan pentingnya regenerasi pemain untuk masa depan sepak bola nasional.
“Melalui ajang seperti ini, kita bisa menemukan bibit-bibit muda yang potensial. Semoga, ini menjadi langkah awal untuk membawa Indonesia ke Piala Dunia,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Spanyol Akhiri Nations League dengan Drama Lima Gol
Timnas Indonesia Vs Arab Saudi, Erick Thohir Berharap Duplikasi Tiket Turun Lagi
China Trauma Dibius Jepang 7-0, Bahkan Jika 10 Orang Bertahan Tetap Kalah
Jadwal Siaran Langsung dan Live Streaming Indonesia vs Arab Saudi
Mengulik Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026, Kemenangan Pertama Harga Mati