Pelatih berusia 47 tahun ini memuji talenta para pemainnya yang selalu mendukung dan beradaptasi dengan kebijakan rotasi yang ia terapkan.
“Kritik soal formasi atau pergantian pemain pasti ada, tetapi itu bagian dari sepak bola. Semua pemain butuh waktu berbeda untuk menemukan performa terbaiknya. Ini perjalanan panjang,” tuturnya.
Baca Juga: Jay Idzes Nyaris Bikin Gol, Dorgu Angkat Lecce Keluar dari Zona Degradasi
Dengan kombinasi strategi rotasi yang tepat dan kedalaman skuad yang solid, Inter Milan terus menjadi ancaman serius bagi lawan-lawannya.
Kini, tantangan berikutnya adalah mempertahankan performa luar biasa ini hingga akhir musim di berbagai kompetisi.***
Artikel Terkait
Erick Thohir Sempat Benar-Benar akan Mundur Usai Kekalahan Timnas Indonesia dari Jepang, Ini Penjelasannya
Manfaat Sport Science Khusus dan Pelatihan Keterampilan Mental bagi Atlet
Maarten Paes Tekun Belajar Bahasa Indonesia Demi Tunjukkan Komitmen di Timnas
Proses Naturalisasi Ole Romeny: Menpora Masih Tunggu Berkas dari PSSI
RESMI! Persis Solo Tunjuk Ong Kim Swee sebagai Pelatih Baru