SportlinkNews - Roberto Mancini, pelatih sepak bola kawakan asal Italia, mengakui bahwa gaji besar yang diterimanya dari tim nasional Arab Saudi memberikan tekanan berat selama masa kepelatihannya.
Perjalanan Mancini bersama The Green Falcons resmi berakhir setelah serangkaian hasil mengecewakan, termasuk kegagalan mengalahkan timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kiprah Mancini di Arab Saudi mulai disorot sejak tim asuhannya hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Indonesia pada matchday pembuka Grup C, September lalu.
Baca Juga: Gagal Eksekusi Penalti ke Gawang Liverpool, Carlo Ancelotti Bela Kylian Mbappe
Dalam pertandingan tersebut, Saudi sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Sandy Walsh sebelum diselamatkan oleh gol balasan Musab Al Juwayr menjelang akhir babak pertama.
Meski mampu meraih kemenangan 2-1 atas China di laga berikutnya, performa ini tidak cukup untuk mengembalikan kepercayaan publik Saudi.
Puncaknya, kekalahan 0-2 dari Jepang dan hasil imbang 0-0 melawan Bahrain membuat masa depan Mancini di timnas Arab Saudi berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan.
Baca Juga: Duel Lawan Port FC, Persib Punya Catatan Kemenangan Bertanding di Thailand
Selama lebih dari setahun menangani Arab Saudi, rapor Mancini tergolong kurang memuaskan.
Dalam 20 pertandingan yang dilaluinya sejak Agustus 2023 hingga Oktober 2024, Mancini hanya mencatatkan 8 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 5 kekalahan.
Tingkat kemenangan sebesar 40 persen ini menjadi salah satu alasan di balik berakhirnya petualangan Mancini bersama timnas Arab Saudi.
Selain performa yang kurang gemilang, Mancini juga mengungkapkan bahwa gaji besar yang diterimanya menjadi tekanan tersendiri.
Dengan bayaran sebesar 25 juta euro (sekitar Rp418 miliar) per tahun, Mancini tercatat sebagai pelatih bergaji tertinggi di dunia.
Artikel Terkait
Unai Emery Marah Gol Aston Villa Dianulir Melawan Juventus
Aston Villa 0-0 Juventus: Nyonya Tua yang Hancur Selamat dari Ancaman di Menit-menit Akhir
Statistik Liverpool 2-0 Real Madrid: The Reds Akhiri Rentetan Tanpa Kemenangan
Klasemen Liga Champions: Liverpool di Puncak, Dua Klub Italia Tembus 8 Besar
Bangga Jadi Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks Undang Wartawan Denmark ke Jakarta