Saat itu, The Citizens yang belum menjadi kekuatan dominan di Liga Inggris menderita kekalahan dari Blackburn, Reading, Portsmouth, Wigan, dan Chelsea.
Baca Juga: Bagaimana Psikologi Mendefinisikan Ulang Atlet Modern?
Namun, situasi yang dihadapi Guardiola saat ini tentu jauh berbeda.
Setelah menjadi salah satu tim terbaik di dunia selama beberapa tahun terakhir, rentetan hasil buruk Manchester City musim ini menjadi kejutan besar bagi banyak pihak.
Guardiola kini berada dalam tekanan besar untuk memastikan tren negatif tersebut tidak berlanjut.
Baca Juga: LeBron James Diejek Penggemar Philadelphia Eagles: Kami Tahu Anda Hadir di Pesta Mewah Itu
Di sisi lain, Guardiola juga harus menghadapi krisis cedera yang melanda skuadnya.
Beberapa pemain kunci dipastikan absen, sehingga kekuatan timnya tampak tidak seimbang jika dibandingkan dengan Liverpool.
Apalagi, The Reds hanya sekali mengalami kekalahan di Liga Inggris musim ini, menjadikan mereka ancaman nyata bagi Manchester City.
Baca Juga: Terkuak Makna Selebrasi Kontoversial Rasmus Hojlund ala Kaisar Geta dalam Film Gladiator II
Meski kondisi tampak tidak mendukung, Guardiola dituntut untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sebagai pelatih.
Pertandingan melawan Liverpool bisa menjadi titik balik bagi Manchester City untuk kembali ke jalur yang benar.
Guardiola harus memotivasi timnya agar tidak menyerah dalam perburuan gelar, meski situasinya tampak sulit.
Baca Juga: Manchester United Vs Bodo Glimt 3-2: Ruben Amorim Kurang Sreg dengan Ramus Hojlund Meski Cetak 2 Gol
Dalam dunia sepak bola, segala kemungkinan bisa terjadi.
Artikel Terkait
Adrian Wibowo Dipromosikan ke Tim Utama Los Angeles FC, Terbuka Peluang Bergabung dengan Timnas Indonesia
Ragnar Oratmangoen Ungkap Pengalaman Mengejutkan dengan Suporter Timnas Indonesia
Hasil Persib vs Port FC: Gol David da Silva Selamatkan Maung Bandung dari Kekalahan
Tottenham 2-2 Roma: Hummels Pahlawan Sekaligus Penjahat bagi Para Pejuang Ranieri
Fiorentina 3-2 Pafos: Viola Raih Kemenangan Penting