Thiago Motta: Juventus Harus Jadi Pembunuh Pertandingan

Suryansyah, Sportlink News
- Minggu, 15 Desember 2024 | 09:05 WIB
Thiago Motta mengakui Juventus harus bermain lebih baik.
Thiago Motta mengakui Juventus harus bermain lebih baik.

Sportlinknews - Thiago Motta mengakui Juventus tentu perlu bermain lebih baik setelah ditahan imbang 2-2 dengan Venezia, Sabtu (14/12) dan tidak boleh mencoba menghabiskan waktu saat unggul tipis.

Pelatih tidak berada di pinggir lapangan karena terkena sanksi larangan bertanding. Jadi asisten manajer Alexandre Hugeaux berada di bangku cadangan. Tapi Thiago Motta-lah yang datang untuk wawancara pascapertandingan.

Bianconeri baru saja meraih kemenangan besar 2-0 di Liga Champions atas Manchester City pada pertengahan minggu, tetapi langsung kembali ke performa buruk Serie A mereka saat ini.

Baca Juga: Juventus Awali Musim Serie A dengan Mengecewakan, Kemenangan Paling Sedikit Dalam 26 Tahun

Mereka memimpin melalui Federico Gatti melalui tendangan sudut dan melihat gol serupa dari Kenan Yildiz dianulir karena handball, kemudian Venezia membalikkan keadaan dan memimpin 2-1 melalui Mikael Ellertsson dan sundulan Jay Idzes.

Hanya penalti Dusan Vlahovic di menit-menit terakhir yang memastikan hasil imbang 2-2 di masa tambahan waktu, hasil imbang keempat berturut-turut mereka di Serie A, sebagian besar di antaranya saat mereka sedang dalam kondisi yang buruk.

Thiago Motta mengakui masalah Juventus
“Kami tidak tampil bagus melawan tim yang bertahan dengan baik. Kami tentu perlu tampil lebih baik. Kami harus jadi pembunuh di tiap pertandingan,” kata Thiago Motta kepada Sky Sport Italia.

“Saya sudah katakan sebelum pertandingan, setiap pertandingan berbeda, jadi ini tidak ada hubungannya dengan Liga Champions dan kami tidak boleh puas dengan penampilan ini.

Baca Juga: Juventus 2-2 Venezia: Jay Idzes Cetak Gol, Si Nyonya Tua Krisis

“Ini langkah maju yang perlu kami ambil. Kami telah memimpin dan kami seharusnya terus maju, untuk menciptakan lebih banyak peluang dan mengakhiri pertandingan. Kami tidak melakukan itu, kami membiarkan tim lain bangkit.”

Terjadi ketegangan setelah peluit akhir dibunyikan dengan Vlahovic berteriak marah kepada beberapa ultras yang melontarkan hinaan kepada para pemain.

“Para penggemar memiliki kebebasan untuk mengekspresikan emosi dan perasaan mereka. Para pemain adalah pihak pertama yang berharap mereka bisa mengubah keadaan dan menang, jadi ini bukan momen yang bagus. Hal-hal seperti ini terjadi, ini bukan pertama kalinya, dan tentu saja bukan yang terakhir.

Baca Juga: Liverpool 2 Fulham 2: Pemain Pengganti Diogo Jota Selamatkan Poin untuk 10 Pemain The Reds

“Kita harus bersatu dan terus maju demi kebaikan Juventus. Kita semua ingin mengubah situasi ini. Para penggemar punya hak untuk mengekspresikan diri, tetapi kita harus tetap bersatu dan bersama-sama mengubah keadaan.”

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: Sky Sport Italia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X