Bek tengah Timnas Indonesia itu terlihat menyikut wajah Santos Aguinald, pemain Filipina, dalam sebuah duel udara.
Keputusan tegas dari wasit membuat Indonesia harus bermain dengan 10 pemain hingga pertandingan selesai.
Insiden tersebut memberikan keuntungan psikologis bagi Filipina yang semakin berani melakukan tekanan ke area pertahanan Indonesia.
Namun, Cahya Supriadi tampil sigap dengan beberapa penyelamatan gemilang.
Baca Juga: Pelatih Timnas Thailand Targetkan Gelar ASEAN Cup 2024, Ini Strateginya
Pertandingan babak pertama juga diwarnai sejumlah duel keras dari kedua tim.
Salah satunya adalah pelanggaran keras oleh pemain Filipina, Tabinas, terhadap Pratama Arhan di menit ke-25.
Dari sektor Indonesia, Arkhan Fikri mencoba peruntungannya melalui tendangan dari luar kotak penalti di menit ke-31, tetapi bola masih melambung tipis di atas gawang lawan.
Baca Juga: Penampilan Gila Megawati dengan 33 Poin, Red Sparks Cetak 6 Kemenangan Beruntun!
Sementara itu, Filipina kembali mengancam melalui aksi M Kempter yang berhasil menembus sisi kanan pertahanan Indonesia, namun tembakannya masih mampu diamankan Cahya Supriadi.
Selain itu, kiper Filipina, Braveo Deyto, harus mendapat perawatan serius setelah terlihat kesakitan usai berduel dengan Rafael Struick di menit kesembilan.
Cedera ini membuatnya harus ditandu keluar lapangan.
Meski kedua tim sama-sama memiliki peluang, babak pertama berakhir dengan skor 0-0.
Indonesia yang harus bermain dengan 10 orang menghadapi tantangan berat di babak kedua, terutama dengan tekanan dari Filipina yang memiliki keunggulan jumlah pemain.
Artikel Terkait
Kembali Cetak Gol, David da Silva Siap Bersaing dengan Egy Maulana Vikri
Dedi Kusnandar Jalani Operasi, Masa Pemulihan Butuh Waktu Tiga Bulan
Hasil Liga 1: Arema FC Jegal Ambisi PSBS Biak 3-2
China Tetap Optimistis Rebut Tiket Piala Dunia 2026, Fokus pada Lawan yang Terjangkau
Megawati dan Bukilic, Duet Mematikan Red Sparks di Liga Voli Korea 2024-2025