Kondisi sulit ini turut dipengaruhi oleh absennya sejumlah pemain kunci akibat cedera jangka panjang.
Baca Juga: Mohamed Salah di Ambang Rekor Baru, Liverpool Siap Hadapi Tottenham
Kehilangan pemain-pemain andalan membuat Guardiola kesulitan menyusun tim yang kompetitif.
Sang pelatih mengakui bahwa dirinya belum menemukan solusi yang tepat untuk mengembalikan performa tim.
"Jika dilihat dari hasil yang ada, ini adalah tantangan terberat dalam karier saya," tambahnya.
Guardiola menyadari bahwa konsistensi adalah kunci utama untuk memperbaiki posisi tim di paruh kedua musim.
Namun, ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini hanya mungkin terwujud jika pemain-pemain utamanya kembali fit.
Alih-alih menargetkan trofi, Guardiola kini memilih untuk fokus memperbaiki performa tim secara bertahap.
Baca Juga: Jelang Laga Krusial, Victor Dethan Optimistis Timnas Indonesia Lolos Semifinal
Ia menginstruksikan para pemain untuk tampil maksimal di setiap laga tanpa memikirkan tekanan besar untuk memenangkan gelar.
"Saat ini, prioritas kami adalah memperbaiki performa. Ketika konsistensi tercapai, saya akan mulai berbicara soal target yang lebih besar," jelas Guardiola.
Meski situasi saat ini penuh tantangan, Guardiola tetap mencoba menyuntikkan optimisme kepada timnya.
Ia percaya, dengan kerja keras dan dedikasi, Manchester City dapat bangkit di paruh kedua musim.
Artikel Terkait
Dedi Kusnandar Jalani Operasi, Masa Pemulihan Butuh Waktu Tiga Bulan
Hasil Liga 1: Arema FC Jegal Ambisi PSBS Biak 3-2
China Tetap Optimistis Rebut Tiket Piala Dunia 2026, Fokus pada Lawan yang Terjangkau
Megawati dan Bukilic, Duet Mematikan Red Sparks di Liga Voli Korea 2024-2025
Penampilan Gila Megawati dengan 33 Poin, Red Sparks Cetak 6 Kemenangan Beruntun!