SportlinkNews - Pelatih Persis Solo, Ong Kim Swee, menargetkan kebangkitan timnya saat menghadapi Persib Bandung dalam laga pekan ke-17 Liga 1 2024/2025.
Pertandingan yang akan digelar di Stadion Manahan, Solo, pada Minggu (29/12/2024) pukul 19.00 WIB, menjadi momen krusial bagi Persis Solo untuk menutup putaran pertama dengan hasil positif.
Laskar Sambernyawa dihadapkan pada tantangan besar melawan Maung Bandung, tim asuhan Bojan Hodak yang tampil perkasa sepanjang musim ini.
Persib Bandung belum sekalipun menelan kekalahan dari 15 pertandingan, mencatatkan 10 kemenangan dan 5 hasil imbang.
Ong Kim Swee menyadari kualitas lawannya, terutama dengan keberadaan pemain-pemain yang berpengalaman dan pernah berlaga di turnamen besar seperti Piala ASEAN.
“Persib adalah tim dengan pemain berkualitas. Mereka memiliki pengalaman yang sangat baik dan posisi mereka saat ini cukup kuat di Liga 1,” ujar Ong dalam konferensi pers, Sabtu (28/12/2024).
Baca Juga: Kang Kyung-jin Tinggalkan China, Kini Fokus Latih Klub Bulu Tangkis Korea Selatan
Namun, pelatih asal Malaysia ini menegaskan bahwa Persis Solo tidak akan menyerah begitu saja.
Setelah delapan pertandingan tanpa kemenangan, Ong mengusung misi kebangkitan timnya.
Ia berharap laga melawan Persib bisa menjadi titik balik untuk memperbaiki performa tim di sisa musim.
Baca Juga: Manchester United dan Kutukan Desember, Akankah Ruben Amorim Mematahkan Tren Negatif?
“Ini adalah pertandingan terakhir di putaran pertama, dan kami harus meraih hasil positif. Tidak ada lagi waktu untuk berdiam diri. Kami harus bangkit,” tegas Ong.
Meski optimistis, Ong tidak menampik bahwa laga melawan Persib akan menjadi ujian berat bagi timnya.
Artikel Terkait
Skuad Persija Melangkah Optimis Bertandang ke Stadion Gelora Kie Raha Ternate
Dewa United FC Siap Redam Amuk Tim Badai Pasifik di Laga Pekan ke-17 Liga 1 2024/2025
Kalender MXGP 2025 Semakin Menantang dengan Kembalinya MXGP Portugal dan Inggris Raya
Thom Haye Akui Penyesalan dalam Karier Sepak Bola: 'Harusnya Lebih Berani Ambil Risiko'
Jorge Mendes Kritik Diskriminasi Umur pada Lamine Yamal, Harusnya Pencapaian Lebih Diapresiasi