Situasi yang menimpa Dani Olmo ini memicu ingatan para pendukung Barcelona terhadap kasus Lionel Messi tiga tahun lalu.
Baca Juga: FPTI Gelar Seleksi Nasional Pelatnas Utama Panjat Tebing 2025
Saat itu, Messi mengungkapkan kekecewaannya terhadap Presiden Joan Laporta yang dianggap tidak jujur kepada publik.
Laporta pernah menyatakan bahwa Barcelona menawarkan Messi kesempatan bermain secara gratis untuk membantu klub, namun Messi dengan tegas membantah klaim tersebut.
Menurut Messi, ia bersedia memangkas gajinya hingga 50 persen demi bertahan di Camp Nou, tetapi tidak pernah diminta untuk bermain tanpa bayaran.
Baca Juga: Liga Primer Bantu Renovasi Lapangan Raynes Park Vale FC
"Kata-kata presiden tidak pantas dan menyakitkan. Itu seperti melempar tanggung jawab kepada orang lain," ungkap Messi dalam wawancara setelah kepindahannya.
Komentar Messi ini menyisakan luka bagi banyak pendukung Barcelona, yang kini melihat potensi situasi serupa menimpa Dani Olmo.
Masalah finansial Barcelona tak hanya memengaruhi kondisi internal, tetapi juga berdampak pada performa tim di lapangan.
Musim ini, Blaugrana menunjukkan penurunan performa yang signifikan di liga domestik.
Kehilangan Olmo yang menjadi salah satu pemain kunci tentu akan semakin memperburuk keadaan.
Pelatih Xavi Hernandez kini menghadapi tantangan besar untuk menjaga stabilitas tim di tengah kondisi yang tidak ideal.
Baca Juga: Arsenal Pangkas Jarak dengan Liverpool, Arteta: Itu Menjadi Tantangan yang Berat
Para pendukung berharap manajemen klub, khususnya Joan Laporta, dapat segera menyelesaikan masalah ini dan menghindari konflik berkepanjangan yang merugikan klub.
Artikel Terkait
Trent Alexander-Arnold dan Estelle Behnke Berkencan di Hotel Aman Rp 30 Juta Semalam
Pemain Sensasi Barcelona Lamine Yamal Akan Melangkah Maju dalam Pemulihan Cedera
Thuram, Vlahovic, Lookman: Pencetak Gol Terbanyak Serie A Tahun 2024
Bukayo Saka Tak Tergantikan, tapi Bocah 17 Tahun, Memberi Arsenal Harapan
Red Sparks Ancaman Serius Pink Spiders dan Hyundai Hillstate