SportlinkNews - Shin Tae-yong resmi mengakhiri jabatannya sebagai pelatih timnas Indonesia setelah menerima keputusan PSSI terkait pemutusan kontrak.
Pelatih asal Korea Selatan yang mulai menangani skuad Garuda sejak Januari 2020 ini menyikapi keputusan tersebut dengan sikap positif dan penuh kedewasaan.
Selama hampir lima tahun melatih, Shin Tae-yong dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk pandemi Covid-19 yang melanda dunia tak lama setelah ia mulai bertugas.
Baca Juga: Geger Pemecatan Shin Tae-yong, Media Korsel: Keputusan Tidak Masuk Akal
Meski demikian, ia berhasil membawa sejumlah perubahan signifikan, salah satunya dengan memberi kesempatan kepada banyak pemain muda untuk tampil di turnamen besar seperti Piala AFF 2020.
Langkah ini terbukti membawa hasil mengejutkan, di mana timnas Indonesia mampu mencapai babak final sebelum kalah dari Thailand.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, memastikan bahwa keputusan ini telah dikomunikasikan langsung dengan Shin Tae-yong.
Baca Juga: Ini Pengganti Shin Tae-yong, Erick Thohir Sebut dari Belanda
Dalam pertemuan tersebut, Shin menerima pemutusan hubungan kerja dengan kepala dingin tanpa menimbulkan polemik.
"Alhamdulillah, pertemuan kami dengan coach Shin berlangsung lancar tanpa masalah apa pun."
"Prinsipnya, beliau menerima keputusan ini dengan baik," ujar Sumardji kepada awak media.
Baca Juga: PSSI Resmi Pecat Shin Tae-yong, Langsung Viral di Media Sosial
Di bawah arahan Shin Tae-yong, timnas Indonesia menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.
Salah satu pencapaian pentingnya adalah membawa timnas senior bersaing hingga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Artikel Terkait
Piala AFF 2024: Vietnam Catat Rekor Baru setelah Juara yang Menegangkan
Borong 2 Gelar Bergengsi, Pemain Naturalisasi Vietnam Patah 2 Tulang Kaki
Statistik dan Fakta Menarik Liverpool 2-2 Manchester United: Menit Ke-558 Akhiri Paceklik Setan Merah di Anfield
Klasemen Serie A Pekan 19: Conte dan Napoli Menikmati Jeda Supercoppa
Roma 2-0 Lazio: Pellegrini Menginspirasi Kemenangan Tim yang Tidak Diunggulkan