SportlinkNews - Juventus tengah berupaya menyesuaikan diri di bawah arahan pelatih anyar mereka, Thiago Motta.
Namun, performa Si Nyonya Tua sejauh ini belum sepenuhnya meyakinkan, meski tetap menunjukkan potensi.
Di Liga Italia, Juventus mencatatkan rekor tanpa kekalahan, tetapi hanya mampu menduduki posisi kelima klasemen sementara dengan 32 poin dari 18 pertandingan.
Baca Juga: Geger Pemecatan Shin Tae-yong, Media Korsel: Keputusan Tidak Masuk Akal
Dari total laga tersebut, Juventus mengoleksi 7 kemenangan dan 11 hasil imbang.
Meski pertahanan mereka cukup solid dengan hanya kebobolan 15 gol, produktivitas lini serang dinilai kurang memuaskan dengan torehan 30 gol.
Di pentas Liga Champions, situasinya pun serupa.
Baca Juga: Ini Pengganti Shin Tae-yong, Erick Thohir Sebut dari Belanda
Juventus hanya sekali kalah dalam enam laga grup, tetapi performa mereka yang terdiri dari 3 kemenangan dan 2 hasil imbang mengundang kritik.
Salah satu sorotan utama mengarah pada hubungan antara Thiago Motta dan penyerang andalan Juventus, Dusan Vlahovic.
Pemain asal Serbia itu dianggap kurang mampu beradaptasi dengan skema yang diterapkan oleh Motta.
Baca Juga: PSSI Resmi Pecat Shin Tae-yong, Langsung Viral di Media Sosial
Beberapa pengamat menilai bahwa Vlahovic tidak efektif dalam mendukung build-up permainan dan minim kontribusi dalam fase bertahan.
Ketidakcocokan ini membuat performa Vlahovic dinilai jauh dari potensinya yang sebenarnya.
Artikel Terkait
Piala AFF 2024: Vietnam Catat Rekor Baru setelah Juara yang Menegangkan
Borong 2 Gelar Bergengsi, Pemain Naturalisasi Vietnam Patah 2 Tulang Kaki
Statistik dan Fakta Menarik Liverpool 2-2 Manchester United: Menit Ke-558 Akhiri Paceklik Setan Merah di Anfield
Klasemen Serie A Pekan 19: Conte dan Napoli Menikmati Jeda Supercoppa
Roma 2-0 Lazio: Pellegrini Menginspirasi Kemenangan Tim yang Tidak Diunggulkan