Ia menegaskan bahwa siapa pun yang mengenakan ban kapten tidak menjadi prioritasnya.
Baca Juga: Persija Pinjamkan Pemainnya Demi Menambah Pengalaman
Bagi Conceicao, yang terpenting adalah tim menunjukkan performa terbaik di lapangan.
“Apakah Anda berusia 17 atau 35 tahun, setiap pemain harus bertanggung jawab dan memiliki peran dalam tim,” ujar Conceicao, seperti dikutip dari Football Italia.
“Di Porto, Diogo Costa, penjaga gawang, menjadi kapten selama bertahun-tahun.”
Menurut Conceicao, kapten bisa saja Maignan, Theo Hernandez, atau bahkan Calabria.
Ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan memengaruhi fokus tim.
“Mike, misalnya, harus fokus menjaga clean sheet – itu adalah tugas utamanya. Saya memilihnya karena kepribadiannya. Dia adalah seorang pemenang,” tambahnya.
Baca Juga: Lega Serie A Perkuat Kemitraan dengan Komunitas Street Soccer Amerika
Pelatih asal Portugal itu juga memberikan pujian kepada Theo Hernandez, yang dianggapnya telah melampaui legenda klub seperti Paolo Maldini dalam jumlah gol untuk Milan.
“Melatih pemain seperti mereka adalah sebuah kebanggaan. Ban kapten bukanlah sesuatu yang harus mereka pikirkan,” tegasnya.
Keputusan ini menunjukkan pendekatan Conceicao yang lebih mengutamakan kolektivitas dan tanggung jawab tim.
Baca Juga: AS Roma Ungguli Genoa 3-1, Claudio Ranieri Akui Tidak Mudah Menembus Pertahanan Genoa
Bagi Conceicao, kemenangan dan performa apik para pemain adalah prioritas utama.
Artikel Terkait
Dewa United FC Hentikan Rekor Tidak Terkalahkan Persib, Bojan Hodak Puji Sonny Stevens
Kalah di Kandang, Pelatih Persebaya Paul Munster Minta Maaf
Jonatan Christie dan Gregoria Melangkah ke Semifinal India Open 2025
Tundukkan India, Timnas Futsal Putri Indonesia Kantongi Tiket ke Piala Asia 2025
Erling Haaland Tandatangani Kontrak Jangka Panjang dengan Manchester City