Conceicao bahkan mengkritik para pemain yang dianggap kurang memiliki rasa lapar untuk meraih kemenangan.
Baca Juga: Barcelona Kurang Sentuhan Mematikan Saat Hadapi Getafe
“Langkah pertama untuk menang adalah memiliki keinginan untuk menang."
"Pemain sudah mendapatkan semua fasilitas untuk memulihkan diri dari pertandingan sebelumnya. Jadi, alasan kelelahan tidak bisa diterima.”
Dalam pernyataannya, Conceicao membandingkan AC Milan dengan klub-klub kecil yang pernah dilatihnya di awal karier.
Baca Juga: Antonio Conte: Napoli Harus Melakukannya dengan Benar atau Pemain Bertempur dengan Saya
Salah satunya adalah Olhanense, tim yang kini bermain di Divisi Lima Liga Portugal.
“Ketika saya melatih tim-tim kecil, mereka mungkin tidak memiliki teknik tinggi, tetapi mereka punya semangat juang dan rasa lapar yang luar biasa."
"Begitu sampai di Milan, para pemain harus memiliki keinginan yang lebih besar untuk terus meraih sukses,” tegas Conceicao.
Baca Juga: Brentford 0 Liverpool 2: Darwin Nunez Turun dari Bangku Cadangan Borong Dua Gol di Masa Injury Time
Conceicao juga mengakui bahwa ia bertanggung jawab penuh atas kekalahan ini.
Menurutnya, tugas pelatih adalah mengubah sikap dan mentalitas pemain agar tetap kompetitif di semua kompetisi.
“Saya yang bertanggung jawab atas kekalahan ini. Kami sudah bermain tidak bagus di babak pertama dan malah semakin buruk di babak kedua."
Baca Juga: Atalanta 2-3 Napoli: Lukaku Memastikan Pertarungan Seru di Puncak Klasemen
"Jika kami kalah karena lawan bermain bagus, itu dapat diterima. Namun, ketika kami kehilangan semangat dan rasa lapar, itu sulit diterima,” ujarnya.
Artikel Terkait
AC Milan Alihkan Fokus ke Kyle Walker setelah Sulit Gaet Marcus Rashford
Islam Makhachev Siap Hadapi Renato Moicano di UFC 311 meski Lawan Berganti Mendadak
Red Sparks Tembus Dua Besar Liga Voli Korea, Megawati Bersinar
Kolaborasi Liberal Youth Ministry dan Chivas Guadalajara Hadirkan Koleksi Streetwear Futuristik
Jersey Tandang Baru Greenland: Simbol Ketangguhan dan Identitas Budaya