Pertama, saat membela Barcelona di semifinal Liga Champions 2012 melawan Chelsea, yang berakhir dengan kekalahan bagi timnya.
Baca Juga: Carlos Pena Tidak Ambil Pusing Soal Posisi Persija di Klasemen Liga 1, Hanya Fokus Laga Demi Laga
Momen kedua terjadi di final Copa America 2016 ketika Argentina berhadapan dengan Chile dalam adu penalti.
Kegagalan tersebut berdampak besar bagi Messi hingga ia sempat memutuskan untuk pensiun dari Timnas Argentina.
Perasaan frustrasi karena belum mampu mempersembahkan gelar untuk negaranya membuat Messi memilih untuk mundur sementara waktu.
Baca Juga: Pelatih Persija Instruksikan Pemainnya Tampil Konsisten Menghadapi Persis Solo
Namun, ia akhirnya mengurungkan niat tersebut dan kembali memperkuat Argentina.
Usaha dan kesabaran La Pulga akhirnya membuahkan hasil saat ia berhasil mempersembahkan gelar Copa America pada tahun 2021, yang menjadi trofi internasional pertamanya bersama tim nasional.
Kini, meskipun ia telah mencapai puncak karier dengan mengoleksi berbagai gelar, Messi tetap berupaya untuk memperbaiki kelemahannya dalam eksekusi penalti.
Baca Juga: Mazola Junior: Jangan Remehkan Semen Padang, Mereka Telah Berubah
Perjalanan kariernya menunjukkan bahwa bahkan seorang pemain terbaik di dunia pun masih memiliki ruang untuk berkembang.
Dengan segala pencapaiannya, Messi terus menjadi inspirasi bagi para pemain sepak bola di seluruh dunia, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Kegigihannya dalam menghadapi kelemahan menjadi bukti bahwa kerja keras dan determinasi adalah kunci kesuksesan di dunia sepak bola.***
Artikel Terkait
Klyan Mbappe Cetak Hattrick, Real Madrid Menjauh dari Atletico dan Barcelona
Atletico Terpuruk di Kandang Sendiri, Gagal Memberi Tekanan kepada Real Madrid
Skuad PSIS Semarang Jalani Laga Berat di Tanah Papua
Membedah Cedera Lutut Striker Tottenham Dominic Solanke
Amanda Anisimova Menjadi Selebriti Terbaru dengan Rambut Cokelat