Strategi ini serupa dengan yang dilakukan Jepang dan China, yang juga memilih beberapa stadion berbeda untuk laga kandang mereka di fase ini.
Baca Juga: Persebaya vs Persib: Duel Krusial di GBT, Siapa Kuasai Papan Atas Liga 1?
Situasi ini tentu berbeda dengan Timnas Indonesia, yang sepanjang Kualifikasi Piala Dunia 2026 selalu menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, sebagai kandang.
Selama ini, penggunaan SUGBK kerap menuai kritik, terutama terkait kondisi rumput stadion yang dinilai belum optimal.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pengelola stadion telah menunjuk PT Harapan Jaya Lestarindo guna melakukan pendampingan perawatan lapangan.
Baca Juga: 5 Air Jordan 8 Terbaik Sepanjang Masa: Warna Ikonik yang Wajib Dimiliki Sneakerhead
Saat ini, rumput di SUGBK sedang dalam tahap perawatan jelang laga Timnas Indonesia vs Bahrain.
Sementara itu, di sisi lain, Australia justru memamerkan kondisi rumput Sydney Football Stadium yang terlihat mulus dan siap digunakan untuk pertandingan melawan Timnas Indonesia.
Selain menampilkan kondisi stadion, dalam unggahan video yang sama, Federasi Sepak Bola Australia juga mengumumkan penjualan tiket tambahan untuk pertandingan melawan Indonesia.
Baca Juga: Erick Thohir: Semoga Berkah Ramadan Menyelimuti Tim Nasional Indonesia
Mereka menginformasikan bahwa penjualan tiket tambahan akan dimulai pada 3 Maret 2025.
"Tiket final rilis untuk pertandingan Socceroos vs Indonesia akan segera hadir," tulis FA dalam pengumuman resmi mereka.
"Tiket yang tersisa untuk pertandingan tanggal 20 Maret di Sydney akan mulai dijual pada pukul 10.00 pagi (AEDT) pada hari Senin, 3 Maret 2025."
Dengan meningkatnya animo penonton dan persiapan matang dari tuan rumah, pertandingan antara Australia dan Indonesia di Sydney Football Stadium dipastikan akan berlangsung sengit.
Timnas Indonesia harus siap menghadapi tantangan besar, baik dari sisi permainan di lapangan maupun atmosfer stadion yang dipenuhi suporter lawan.