Kemenangan tunggal Piala FA pada 2019-20 tetap menjadi satu-satunya trofi utama mereka selama masa jabatannya.
Tentu saja, mereka nyaris meraih gelar Liga Primer pada 2023-24 dan memimpin jalan selama sebagian besar 2022-23, hanya untuk dikalahkan oleh raksasa Manchester City asuhan Pep Guardiola.
Guardiola sering menjadi duri dalam daging bagi Arteta. Sejak pertandingan pertama Arteta bertugas pada Desember 2019, hanya bos City yang mencatat lebih banyak kemenangan (140) dan memperoleh lebih banyak poin (390) di Liga Primer.
Baca Juga: Hasil Liga 1: Persija Terpuruk, Arema FC Rebut Poin Kemenangan
Arteta telah menghadapi Guardiola lebih sering daripada manajer lain di Liga Primer (11) dan juga kalah darinya lebih banyak daripada siapa pun (7).
Faktanya, dari manajer yang pernah ia hadapi lebih dari dua kali, Arteta memiliki persentase kemenangan terendah (18%) dan angka poin per pertandingan (0,7) melawan Pep.
Namun, terlepas dari minimnya trofi, Arsenal memiliki stabilitas yang sangat didambakan Manchester United.
Baca Juga: Brock Lesnar Menghilang dari WWE, Tak Akan Kembali Sebelum Kasus Hukumnya Selesai?
Sejak Arteta menjadi pelatih, United memiliki tiga manajer tetap, yakni Ole Gunnar Solskjaer, Erik ten Hag, dan sekarang Ruben Amorim, ditambah masa jabatan sementara di bawah Ralf Rangnick.
Rekor individu Arteta menempatkannya di jajaran elit. Kini, tantangannya adalah mengubahnya menjadi trofi.