SportlinkNews - Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap rencana FIFA yang mempertimbangkan untuk menambah jumlah peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim.
Ia menyebut gagasan tersebut sebagai "ide buruk" dan menyoroti kurangnya koordinasi dari FIFA terkait usulan tersebut.
Ceferin mengungkapkan bahwa dirinya maupun UEFA sama sekali tidak mengetahui adanya wacana penambahan jumlah tim tersebut hingga diumumkan dalam rapat Dewan FIFA pada Maret lalu.
Baca Juga: Epik Comeback Red Sparks Bungkam Pink Spiders, Megawati Menangis Borong Poin Terbanyak
Usulan itu pertama kali dilontarkan oleh Delegasi FIFA yang juga Presiden Asosiasi Sepak Bola Uruguay, Ignacio Alonso.
Ia menyarankan format 64 tim sebagai bentuk perayaan satu abad Piala Dunia yang dimulai pada 1930 di Uruguay.
Sebagai bagian dari perayaan seratus tahun turnamen, babak penyisihan grup Piala Dunia 2030 direncanakan digelar di Uruguay, Argentina, dan Paraguay.
Baca Juga: Gol Gavi ke Gawang Real Betis Menandai Penampilannya yang ke-100 Bersama Barcelona
Namun, sisa pertandingan, mulai dari fase grup hingga partai final, akan dilangsungkan di Spanyol, Portugal, dan Maroko.
Meski demikian, ide untuk menambah jumlah peserta turnamen kembali menuai kontroversi.
FIFA sebelumnya juga telah dikritik karena memperluas jumlah tim dari 32 menjadi 48 untuk Piala Dunia 2026 yang akan datang.
Baca Juga: Barca Ditahan Seri Real Betis, Hansi Flick: Kami Tidak Bisa Memenangkan Setiap Pertandingan
Ceferin dengan tegas menolak adanya ekspansi lebih lanjut.
Berbicara dalam Kongres Tahunan UEFA yang digelar di Beograd, Ceferin menyatakan, “Usulan itu bahkan lebih mengejutkan bagi kami."