SportlinkNews - Tim Nasional U17 Indonesia akan kembali melakoni lanjutan penyisihan Grup C Piala Asia U17 2025 melawan Yaman U17, pada Senin, 7 April 2025 di Prince Abdullah Al-Faisal Stadium, Jeddah, Arab Saudi.
Laga ini akan jadi pertandingan penting bagi skuat Garuda Asia. Karena bila bisa petik kemenangan artinya, tiket menuju Piala Dunia U17 2025 sudah terjamin.
Pelatih Timnas U17 Indonesia, Nova Arianto, menegaskan bahwa Yaman adalah lawan yang patut diwaspadai.
Baca Juga: Marc Marquez Bangkit di MotoGP 2025, Toni Elias: Saatnya Menikmati Pertunjukan
Karena selain Korea Selatan yang menjadi unggulan pertama, Yaman ini menjadi tim favorit kedua di Grup C.
Karena itu, meski para punggawa Timnas mampu menorehkan hasil positif melawan Korea di laga perdana grup, Nova mengingatkan bahwa pertandingan melawan Yaman akan menjadi ujian yang berbeda.
"Secara kualitas tim, Yaman cukup baik ya. Apalagi mereka juga meraih hasil positif di grup, jadi kami sangat mewaspadai mereka karena pasti Yaman juga ingin segera memastikan untuk lolos di grup," ujar Nova Arinato dikutip dari PSSI.
Baca Juga: Mees Hilgers Alami Gangguan Kesehatan saat FC Twente vs Fortuna Sittard
Nova menambahkan, tim pelatih telah melakukan diskusi khusus untuk mengantisipasi kekuatan Yaman yang disebutnya sedang berambisi memastikan tiket lolos dari fase grup. "Jadi apa yang akan kita buat, kita akan lihat nanti," lanjutnya.
Terkait ekspektasi masyarakat yang mulai meninggi, Nova menilai hal tersebut wajar.
Karena itu, agar tidak membuat pemainnya terlena, dia pun meminta para pemain untuk tidak terlalu banyak membaca media sosial dan tetap menjaga fokus.
Baca Juga: LG Electronics Pasang Papan Skor Raksasa di Markas Boston Red Sox
"Saya sangat bisa memahami ekspektasi itu, tapi saya minta pemain tidak terbuai. Fokus kami tetap ke pertandingan lawan Yaman," tegas Nova Arianto.
Mantan pemain Persib Bandung itu mengatakan, sejauh ini dari hasil pertandingan melawan Korea, secara mentalitas, Nova mengaku dirinya cukup puas dengan pemainnya. Namun, secara teknis dan taktik masih ada hal yang harus dievaluasi.
"Koordinasi di lini belakang, transisi saat menyerang, serta penyelesaian akhir jadi catatan kami. Saat kita punya bola, kita masih mudah hilang bola, termasuk ada beberapa peluang yang seharusnya kita bisa cetak gol tapi tidak," tambah mantan asisten Pelatih Timnas senior era Shin-Tae-yong itu.