Mengingat Korea Selatan adalah salah satu tim yang diunggulkan di turnamen ini dan unggulan teratas di Grup C, di atas Yaman.
Nova Arianto memuji daya juang dan kedisiplinan anak asuhnya yang bertahan solid menghadapi tekanan tanpa henti.
"Secara mental saya sangat senang, karena pemain bisa memberikan yang terbaik selama 90 atau bahkan 100 menit," katanya di kutip dari PSSI.
Namun sayangnya, secara teknis, sejumlah hal masih menjadi fokus evaluasi.
Baca Juga: Epik Comeback Red Sparks Bungkam Pink Spiders, Megawati Menangis Borong Poin Terbanyak
"Koordinasi di lini belakang harus lebih solid. Pemain juga harus tahu kapan waktu yang tepat untuk menyerang," tutur Nova Arianto.
"Saat menguasai bola, kami masih mudah kehilangan bola. Itu menjadi catatan penting," tambahnya.
Nova Arianto pun menyesalkan ada beberapa peluang emas yang gagal terkonversi menjadi gol.
Finishing atau penyelesaian akhir akan jadi fokus dalam latihan terakhir jelang laga melawan Yaman, besok, 7 April 2025 di Prince Abdullah Al-Faisal Stadium, Jeddah, Arab Saudi.
Baca Juga: Max Verstappen Bungkus Kemenangan Keempat Berturut-turut Grand Prix Jepang di Suzuka
Laga melawan Yaman sendiri akan menjadi laga krusial. Mantan pemain Persib Bandung itu menyebut Yaman sebagai tim dengan kualitas mumpuni dan punya motivasi tinggi untuk mengamankan tiket lolos grup lebih awal.
"Yaman cukup baik, dan hasil positif mereka sebelumnya jadi sinyal peringatan buat kami," ujarnya.
Menariknya, Nova Arianto juga menjalin komunikasi aktif dengan pelatih Timnas U23, Gerald Vanenburg sebelum bertanding melawan Yaman ini.
"Gerard sempat WhatsApp saya. Ia memberikan ucapan selamat dan berharap kami bisa terus melaju," pungkasnya.