SportlinkNews - PT Liga Indonesia Baru (LIB) masih menunggu keputusan panpel lokal untuk penggunaan Stadion Kanjuruhan di laga Liga 1 antara Arema dan Persebaya, pada 28 April mendatang.
"Kami masih menunggu juga, apakah momentum Arema vs Persebaya menjadi pertandingan pertama di Stadion Kanjuruhan sebagai stadion baru," kata Direktur Utama LIB, Ferry Paulus di Kantor LIB, Jakarta, Rabu, 9 April 2025.
Dalam penyelenggaraan Liga 1, setiap pertandingan kandang (home) memang dikelola oleh panitia pelaksana (panpel) lokal yang berasal dari klub tuan rumah.
Panpel bertanggung jawab atas berbagai aspek operasional pertandingan, termasuk keamanan, penjualan tiket, dan kenyamanan penonton.
Baca Juga: Koleksi Air Max 95 x Liverpool: Gaya Jalanan dengan Sentuhan Anfield
"Kalau serah terima dari PUPR (Kementerian PUPR) ke pemerintah daerah sudah, begitu juga untuk komunikasi dan pemanfaatan Kanjuruhan ke Arema juga sudah. Walau Hitam di atas Putih belum, tapi arahnya ke sana, sebab serah terima sudah, dokumentasi sudah, sisanya tinggal seremonial saja.," ujar Ferry Paulus lagi.
Seperti diketahui bahwa Stadion Kanjuruhan pernah menyimpan kisah pilu untuk persepakbolaan Indonesia.
Di mana pada 1 Oktober 2022 lalu terjadi tragedi setelah pertandingan antara Arema dan Persebaya.
Kekalahan Arema dengan skor 2-3 memicu ribuan suporter memasuki lapangan.
Baca Juga: Nike Superfly AM95: Sepatu Ikonik Sneakers Kini Hadir untuk Lapangan
Untuk mengendalikan situasi, aparat kepolisian menembakkan gas air mata, termasuk ke arah tribun penonton, yang menyebabkan kepanikan massal.
Penonton berusaha keluar melalui pintu-pintu stadion, yang sayangnya banyak yang tertutup, mengakibatkan desak-desakan dan himpitan manusia.
Akibat insiden tersebut, setidaknya 135 orang meninggal dunia, termasuk anak-anak, dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.
Tragedi ini menjadi salah satu bencana stadion sepak bola paling mematikan dalam sejarah sepak bola dunia.
Baca Juga: Timnas U-17 Indonesia Vs Afghanistan, Lawan Tak Gentar Meski Tanpa Poin
Setelah itu, Stadion Kanjuruhan bersama 21 stadion lainnya yang tersebar di Indonesia direnovasi oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian PUPR.
Ini sesuai dengan komitmen tranformasi sepak bola yang dijanjikan PSSI kepada FIFA.
Pada 8 Maret lalu, pengelolaan Stadion Kanjuruhan diserahkan kembali kepada Pemerintah Kabupaten Malang setelah rampung direnovasi.
Peresmian resmi seluruh stadion yang telah direnovasi direncanakan berlangsung pada pertengahan Maret 2025 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo oleh Presiden RI.
Baca Juga: Bellingham Marah Atas Kekalahan Real Madrid dari Arsenal, Bersikap Tegas untuk Comeback
Namun, informasi terbaru mengenai peresmian tersebut belum tersedia.
Terkait dengan tragedi yang pernah terjadi di Kanjuruhan, Ferry Paulus mengatakan bahwa itu harus menjadi catatan.
Pihaknya menegaskan akan melakukan asistensi langsung kepada Arema terkait penyelenggaraan pertandingan mereka bila akan digelar di Kanjuruhan.
"Kapasitasnya memang berkurang dari sekitar 42 ribu, menjadi hanya 21.600 kursi karena pemasangan 'single seat', tapi ini akan meningkatkan 'grade' (level) dari suporternya sendiri, sebab akan lebih nyaman dan aman untuk penonton," tambah mantan Direktur Olahraga Persija itu.
Baca Juga: Barcelona Vs Borussia Dortmund: Utak Atik Susunan Pemain Hansi Flick Melawan Mantan Bos
Sementara untuk larangan laga away untuk para suporter, Ferry Paulus kembali mengatakan bahwa pihaknya akan kembali menelaah dulu di sisa pertandingan musim ini.
Dia berharap mudah-mudahan tidak ada masalah lagi.
"Kita sebenarnya dengan pihak kepolisian, dengan sistem ticketing yang baru sudah final dan ini jadi syarat kepolisian untuk suporter tamu," tutur Ferry Paulus.
"Tapi apakah ini izin massal-nya bisa atau parsial, ya itu tergantung pada Ketum PSSI dan pihak kepolisian," ucapnya.
"Dari LIB, Mei nanti kita akan coba sistem ticketing yang sudah kami kembangkan. Sistem ini nantinya bisa dibilang sebagai role play yang ada, dan kita bisa finalisasi," tukas Ferry Paulus lagi menambahkan.