Harus diakui, ujar Menteri BUMN tersebut, maka untuk bersaing di level Asia tidak mudah.
Hal itu, menurutnya, bisa dilihat bagaimana juara bertahan, Jepang dikalahkan oleh Arab Saudi melalui adu penalti.
"Harus diakui babak delapan besar memang berat. Jepang bisa kalah adu pinalti dengan Arab Saudi, lalu muncul kekuatan baru seperti Uzbekistan yang konsisten permainnya baik di level junior maupun senior," imbuh Erick Thohir dikutip dari PSSI.
Model pembinaan berkelanjutan seperti itu lah yang, ucapnya, harus bisa diterapkan di Indonesia, agar timnas Indonesia dapat menjadi seperti Jepang, Korea Selatan, dan Uzbekistan.
Baca Juga: 13 Cabor Menerima Bantuan Anggaran Pelatnas untuk SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade 2028
Erick Thohir pun meminta pecinta bola dan netizen untuk tidak menghukum pemain karena kalah atau membully-nya. Jangan karena hasil ini malah memecah belah pemain serta tim pelatih
"Jangan hukum mereka karena kalah, Mereka anak-anak muda dan jalan mereka masih panjang. Terlebih mereka mencetak prestasi bagus loh. Luar biasa! dan harus dihargai sebagai pencapaian pribadi yang tinggi," ungkapnya.
"Pencapaian mereka menandakan program yang kita jalankan, hasilnya nyata. Kita buktikan, jika 2023 kita ke Piala Dunia U-17 karena tuan rumah, kini mengulangi lewat kualifikasi."
"Para pemain dan tim kepelatihan benar-benar memberikan kebanggaan sehingga PSSI akan mempersiapkan mereka lebih matang dan Lebih kuat agar bisa menjalani Piala Dunai U-17 mendatang dengan prestasi yang jauh Lebih baik lagi," tukas Erick Thohir lagi.