SportlinkNews - Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam wawancaranya dengan "The Haye Ways" yang ditayangkan di youtube PSSI TV, Jumat, 18 April 2025, menegaskan ambisi besarnya untuk masa depan sepak bola Indonesia.
Dia ingin Liga 1 menjadi liga terbaik di Asia Tenggara dan menuju target besar di 2045.
Dalam penjelasan Erick, ia menggambarkan peta jalan yang membawa Indonesia tidak hanya menjadi liga terbaik di Asia Tenggara dalam waktu 10 tahun ke depan, tetapi juga menempatkan Indonesia dalam jajaran 45 negara teratas dunia pada tahun 2045.
Baca Juga: Peta Jalan Menuju Piala Dunia U17 2025 Diserahkan ke PSSI, Seleksi Pemain akan Dibuka Lagi
"Saya berpikir, dalam 10 tahun, Anda akan lihat bahwa Liga 1 akan menjadi nomor satu di Asia Tenggara, kami memiliki semua stadion untuk Divisi 1, Anda memiliki pembangunan. Ini yang kita inginkan," kata Menteri BUMN tersebut.
Visi nya itu tidak hanya bicara soal prestasi di atas lapangan, tetapi juga transformasi menyeluruh terhadap infrastruktur, sistem manajemen, dan sumber daya manusia yang mendukungnya.
Pihaknya, menurut Erick, secara aktif pembenahan stadion dan fasilitasnya, penambahan moda transportasi umum, dan memperbaiki akses publik seperti toilet dan layanan makanan-minuman sudah berjalan.
Baca Juga: Nike Luncurkan Koleksi Khusus T90 Bareng OnsOrange, Angkat Kenangan Euro 2004 Belanda
"Karena kami ingin stadion bukan hanya tempat pertandingan, tapi juga tempat yang nyaman dan aman untuk keluarga. Kami sudah mulai berinvestasi pada sistem kamera pengawas untuk menjamin keselamatan dan ketertiban, sebab bukan hanya soal keamanan saja, tapi juga soal pengalaman menonton yang menyenangkan," tambah Erick.
Setelah pembangunan fisik, PSSI juga tak lupa dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Program Garuda Academy telah diluncurkan, PSSI ingin mencetak generasi pemimpin olahraga masa depan.
Program ini bekerja sama dengan FIFA dan IFC, di mana setiap tahun akan disaring 100 peserta menjadi 80, lalu ke 30 besar, hingga 10 terbaik yang berpeluang menempuh pendidikan di FIFA Master atau universitas kelas dunia.
Baca Juga: Kembali ke Tanah Air, Skuat Garuda Asia Kembali ke Klub dan TC Lanjut di Juli
Di Garuda Academy, para pemain akan diberikan tentang manajerial, administrator, dan pemimpin masa depan sepak bola Indonesia. Kita perlu orang-orang yang siap memimpin federasi setelah saya selesai," tukas Erick lagi.
Menurut Erick potensi industri sepak bola Indonesia itu sangat besar sebagai pilar ekonomi nasional.
Dengan target GDP per kapita mencapai Rp10.000 juta di tahun 2031, ia memperkirakan sepak bola bisa menjadi bagian dari ekonomi besar Indonesia, dengan menciptakan 3,3 juta lapangan kerja.
"Kita tidak hanya bicara soal investasi dalam klub, tapi juga menciptakan ekosistem, mulai dari pelatih, analis data, hingga penjual makanan di stadion. Sepak bola bisa menjadi mata pencaharian bagi banyak orang," imbuhnya menjelaskan.