SportlinkNews - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memastikan bahwa Timnas U-17 Indonesia akan digabungkan menjadi satu tim dan dijadwalkan bertanding secara rutin melawan klub-klub Elite Pro Academy (EPA) Liga 1.
Langkah strategis ini diambil untuk mendukung keberlanjutan prestasi Garuda Muda agar dapat lolos ke Piala Dunia U-17 setiap tahunnya.
Kebijakan ini menyusul keputusan FIFA yang menetapkan Piala Dunia U-17 sebagai turnamen tahunan mulai edisi 2025 hingga 2029, dengan Qatar ditunjuk sebagai tuan rumah tetap selama lima tahun ke depan.
Baca Juga: Ujian Mental Semen Padang, Tin Martic: Kami Tidak Mau Menyerah
Perubahan ini menjadi peluang besar sekaligus tantangan baru bagi tim-tim nasional, termasuk Indonesia.
Erick menyampaikan bahwa setelah berhasil menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023, Indonesia kembali mencatat sejarah dengan lolos ke edisi 2025 melalui jalur kualifikasi.
Ini merupakan pencapaian penting karena merupakan pertama kalinya Timnas U-17 Indonesia berhasil melaju ke ajang dunia melalui proses kompetitif, bukan penunjukan sebagai tuan rumah.
Baca Juga: Persis Solo Menang di Kandang Barito Putera, Ong Kim Swee: Kemenangan Ini akan Menjadi Titik Balik
"Setelah jadi tuan rumah, kami sekarang lolos ke Piala Dunia U-17 2025 lewat jalur kualifikasi."
"Maka, kami harus jaga tim ini dengan serius," ujar Erick dalam pernyataannya.
Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, PSSI telah menyiapkan program selama tiga tahun untuk mendukung kontinuitas pembinaan dan performa timnas usia muda.
Baca Juga: Data dan Fakta Menarik Kualifikasi GP Arab Saudi: Max Verstappen Mendekati Rekor Sebastian Vettel
Salah satu program utamanya adalah partisipasi Timnas U-17 dalam kompetisi EPA Liga 1.
Meski belum ditentukan apakah mereka akan berpartisipasi di kelompok usia U-16, U-18, atau U-20, keikutsertaan ini diharapkan bisa menjadi ajang uji tanding berkualitas sekaligus memperkuat chemistry di antara para pemain.