Sebelumnya, mereka juga meraih kemenangan di partai final El Clasico pada 1983 dan 1968.
Sementara kemenangan terbesar Madrid di ajang ini terjadi pada 1974, saat mereka menghancurkan Barcelona 4-0.
Menariknya, sejarah mencatat bahwa setiap kali El Clasico digelar di final Copa del Rey, sang juara tidak pernah berhasil menggandengkan trofi tersebut dengan gelar LaLiga di musim yang sama.
Misalnya, pada musim 2013-2014, Madrid yang menjuarai Copa harus menyerahkan gelar liga kepada Atletico Madrid.
Baca Juga: Playoff NBA 2025: Pistons Gagal Manfaatkan Momentum, Knicks Curi Kemenangan Dramatis di Detroit
Begitu pula pada musim 2010-2011, ketika Los Blancos menang atas Barca di final Copa, tetapi gagal menyaingi Lionel Messi dkk dalam perebutan gelar LaLiga.
Situasi serupa juga terjadi pada 1989-1990, 1982-1983, dan bahkan sejak 1935-1936, di mana sang pemenang Copa selalu gagal meraih gelar liga domestik pada musim yang sama.
Fenomena ini seperti menjadi “kutukan” yang menghantui pemenang final El Clasico di ajang Copa del Rey.
Baca Juga: Fakta-Fakta Unik Piala Sudirman: Kejayaan, Kejutan, dan Dominasi Sang Raksasa
Kini, menjelang laga di Seville, baik Barcelona maupun Real Madrid tentu berharap dapat mematahkan tren tersebut.
Barcelona yang hingga pekan ke-33 memimpin klasemen LaLiga dengan keunggulan empat poin atas rival terdekatnya, termasuk Kylian Mbappe dkk, harus ekstra waspada. Kemenangan di Copa bisa saja membawa malapetaka bagi kans mereka merebut gelar liga.