“Sekarang dia masih di sana,” tambahnya, menegaskan bahwa Indra masih aktif berkontribusi dalam lingkup federasi.
Baca Juga: Ini Alasan Dipilihnya Cabang Olahraga Beladiri Beraksi di Jakarta Martial Arts Extravaganza
Kendati tidak disebutkan secara spesifik masa tugasnya, Indra tetap berperan sebagai sumber daya penting bagi timnas.
Dengan pengalamannya menangani kelompok usia muda, ia dinilai bisa memberikan masukan dan data penting kepada Vanenburg mengenai pemain-pemain potensial di kelompok U-23.
Kehadiran pelatih asal Padang, Sumatera Barat, itu juga disebut membantu kelancaran transisi dalam program pengembangan timnas.
Baca Juga: Met Gala 2025: Semua yang Perlu Anda Ketahui, Lewis Hamilton Panitia
Indra pun dikabarkan kerap menjalin komunikasi langsung dengan Vanenburg demi menyinkronkan data pemain muda yang pernah diasuhnya.
Lebih lanjut, Erick Thohir menyebutkan bahwa posisi Indra di Komite Teknikal bisa saja berubah, tergantung hasil Kongres Tahunan PSSI yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2025 di Jakarta.
“Jadi dulu saat saya masuk, dia memang bagian dari komite itu. Nanti bulan Juni akan kami evaluasi, apakah ada perubahan dalam struktur komite,” kata Erick.
Baca Juga: Marselino Cetak Gol untuk Oxford United, tapi Penggemar Sepak Bola Indonesia Menyayangkan
Ia menambahkan bahwa banyak komite di PSSI, seperti komite disiplin, komite etik, dan lainnya, akan ditinjau ulang.
Maka dari itu, perubahan struktur bisa saja terjadi, termasuk posisi Indra Sjafri dalam federasi.
Dengan demikian, meski tidak lagi di posisi pelatih kepala, Indra Sjafri tetap menjadi bagian dari perjalanan dan perkembangan sepak bola Indonesia melalui kiprahnya di internal PSSI.