SportlinkNews - Australia menorehkan kemenangan dramatis di lanjutan putaran tiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang bisa menjadi penentu nasib mereka menuju Piala Dunia 2026.
Menghadapi raksasa Asia, Jepang, gol Aziz Behich di menit-menit terakhir memberi keajaiban untuk The Socceroos.
Bertanding di hadapan 57.226 pendukung di Optus Stadium, Perth, Kamis, 5 Juni 2025, Australia pun menang 1-0. Gol Aziz tercipta di menit ke-90+.
Ini menjadi sebuah keajaiban, mengingat sepanjang pertandingan, anak asuh Tony Popovic tampil di bawah tekanan. Timnas Jepang mendominasi permainan dan membuat Australia kesulitan mengembangkan skema.
Baca Juga: Usai Ikuti BCL Asia-East, Pelita Jaya Fokus Selesaikan Musim Reguler IBL GoPay 2025
Statistik bahkan menunjukkan tim tamu menguasai hingga 84 persen bola di 12 menit pertama. Namun, seperti kata pepatah, "bola itu bundar", gol Aziz Behich di masa injury time jadi penyelamat mereka.
Berawal dari pergerakan cerdas Riley McGree yang masuk dari sisi kanan, sebuah cut-back akurat berhasil dimanfaatkan Behich dengan tendangan melengkung indah ke pojok gawang Jepang tanpa bisa diantisipasi. Optus Stadium pun menggema.
Dengan hasil ini, Australia tetap berada di peringkat kedua grup dengan 13 poin, hanya di bawah Jepang yang sudah memastikan lolos lebih awal.
Kemenangan ini memperlebar peluang mereka untuk lolos otomatis ke Piala Dunia 2026 di Canada, Amerika Serika, dan Mexico. Australia unggul enam poin atas Arab Saudi di posisi ketiga.
Baca Juga: Indonesia Open 2025: Ganda Putri Hanya Tersisa Febriana/Amallia
Meski hampir aman, tetapi peluang Australia terlempar ke babak playoff masih bisa terjadi. Dengan catatan, Saudi harus menang atas Bahrain dan kemudian mengalahkan Australia di laga terakhir di Jeddah, sekaligus mengejar selisih 10 gol.
Sebuah misi yang hampir mustahil.
Ini menjadi kemenangan perdana Australia atas Jepang sejak 2009, memutuskan rekor buruk 10 pertandingan tanpa kemenangan dan menghentikan catatan 21 laga tak terkalahkan milik Jepang di kualifikasi Piala Dunia.
Behich pun tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. "Kami tahu ini bukan permainan terbaik kami, tapi inilah sepak bola. Terkadang, pertandingan yang paling sulit dan paling buruk justru paling membekas dalam ingatan," ujarnya.