sepak-bola

FIFA Matchday di Surabaya: Adaptasi Cuaca dan Taktik Jelang Lawan Berat di Ronde Empat

Sabtu, 5 Juli 2025 | 22:51 WIB
Erick Thohir masih sangat aktif mengikuti pergerakan naturalisasi di kawasan Asia Tenggara.

SportlinkNews - PSSI sebelumnya telah memastikan Surabaya akan menjadi tuan rumah dua laga FIFA Matchday, pada September mendatang, melawan dua tim Timur Tengah,  Lebanon dan Kuwait. 

Bukan sembarang tunjuk, keputusan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memilih Surabaya sebagai tempat penyelenggaraan, terkait dengan strategi persiapan Tim Nasional Indonesia untuk putaran empat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Oktober mendatang. 

Menurut Erick, faktor iklim menjadi salah satu pertimbangan penting. Surabaya dinilai memiliki cuaca yang mendekati kondisi lingkungan negara-negara Timur Tengah yang akan menjadi lawan Indonesia di ronde keempat kualifikasi.

Baca Juga: Bayern Munchen Optimis Kalahkan PSG, Harry Kane dkk Bakal Obrak Abrik Pertahanan Les Parisiens

"Pemilihan ibu kota Provinsi Jawa Timur ini tentu berkaitan erat dengan strategi adaptasi dan persiapan matang tim nasional menjelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Surabaya memiliki cuaca yang lebih panas, mendekati Saudi dan Qatar yang akan jadi tuan rumah putaran empat, sehingga ini jadi bagian dari adaptasi," kata Erick saat meninjau dua punggawa Timnas Indonesia, Ole Romeny dan Marselino Ferdinan ketika berlatih bersama timnya di Stadion Madya, GBK, Jakarta, Sabtu, 5 Juli 2025.

Selain cuaca, kehadiran Lebanon dan Kuwait sebagai lawan tanding juga dirancang dengan cermat.

Kedua tim memiliki gaya bermain dan karakter fisik yang dinilai mirip dengan tim-tim calon lawan Indonesia di putaran empat, seperti Qata, Uni Emirate Arab, Irak, dan Arab Saudi. 

Baca Juga: Momen Penghormatan untuk Diogo Jota di Perempat Final Piala Dunia Antarklub FIFA 2025

"Karena lawan-lawan kita di ronde keempat semuanya berasal dari kawasan Timur Tengah, termasuk tuan rumah. Maka, uji coba ini bukan hanya menyesuaikan dari segi iklim, tetapu juga karakter permainan tentunya," tegas Erick.

Erick mengatakan bahwa pihaknya menginginkan hasil uji coba tersebut betul-betul bisa jadi gambaran kesiapan timnas menghadapi tim yang memiliki lebih tinggi.

Karena itu, di mata Erick, dua laga FIFA Matchday nanti bukan hanya uji coba biasa, tetapi bagian dari proses evaluasi dan pematangan strategi.

Baca Juga: SNS x Puma Speedcat OG Merajut Kembali Sensasi Tahun 2000-an dengan Sentuhan Modern

Nantinya dua laga FIFA Matchday akan dimanfaatkan oleh Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert untuk melakukan penyesuaian taktik, formasi, dan juga memilih pemain terbaik yang siap secara fisik maupun mental. 

Dengan makin tingginya intensitas kompetisi di fase selanjutnya, pengujian terhadap daya tahan pemain dalam kondisi panas dan tempo tinggi akan sangat krusial. Karena nantinya, akan ada filter alami yang akan terjadi.

Lebanon dan Kuwait sebelumnya juga pernah menjadi lawan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Erick Thohir: Tidak Ada Wakil Indonesia di ACC Shopee Cup 2025, Ya Tidak Apa-apa

Namun, dalam konteks persiapan menuju putaran keempat, keduanya akan menjadi parameter baru untuk mengukur perkembangan kualitas individu dan kolektivitas tim.

Indonesia untuk pertama kalinya berhasil lolos ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia zona Asia.

Langkah ini menjadi sejarah tersendiri dan menjadi momentum emas untuk meningkatkan kualitas persiapan tim, termasuk dari sisi teknis, taktis, hingga manajemen pertandingan.

"Kalau kita mau bersaing di level atas, maka persiapannya juga harus kelas atas. Kita tidak bisa hanya berpikir lokal, tapi harus mulai berpikir global," tutup Erick.

Tags

Terkini

Calvin Verdonk Tinggalkan Timnas Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 | 09:27 WIB

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB