Lho, kok?
Ya, setelah kegiatan lewat beberapa saat, wartawan Hongkong membuka apa yang tidak boleh kami lakukan. Sedikitnya ada 5-6 pemain yang di data resmi tertulis 14 tahun, 6-8 bulan, sesungguhnya usianya 5-6 tahun lebih tua.
Saya sengaja tidak akan menuliskan nama mereka, karena saya yakin hal itu bukan kehendak mereka, tapi itu tadi untuk kepentingan bangsa dan negara.
Pedihnya, wartawan Hongkong menurunkan profil pemain terbaik Galakarya dari Koran Jawa Tengah. Turnamen itu dua tahun sebelum 1989. Jika saya tak keliru judulnya: Anak 13 Tahun Sebagai Pemain Terbaik Antar Perusahaan.
Baca Juga: Podium Perdana di WorldSBK Belanda, Pembalap Yamaha Remy Gardner Mengaku Sempat Frustasi
Di sana dimuat juga regulasi batas usia dasar seorang karyawan di Indonesia, Hongkong, dan Dunia.
Mereka memang sebel banget, jika saya tidak keliru tim U-15 Hongkong digilas 7-0 oleh tim kita. Ya, secara teori anak usia 14 tahun akan sangat sulit beradu fisik dengan orang dewasa 21-22 tahun.
Beruntung sekali ini pemalsuan umur tidak bisa terjadi lagi. FIFA dan AFC mempersyaratkan tidak terbatas pada paspor dokumen resmi negara. Ada beberapa pemeriksaan fisik melalui mekanisme tekhnologi yang canggih. Secara teori sudah tak mungkin kecolongan lagi.
Kembali ke perdelapan besar Indonesia Vs Korsel. Ini akan menjadi ajang ujian besar bagi Shin Tae-yong, Rizky Ridho dan kawan-kawan. Saat sebelum ditangani STY, di kualifikasi Asia, kita kalah 0-4 (31/3/2015).
STY sendiri merasa senang timnya bertemu Korsel. Ada sesuatu yang bisa ia tunjukkan pada rekannya Hwang Sun-hong, apa persisnya? Kita wajib menunggunya....
Bravo PSSI
Bravo Timnas kita
Bravo STY