sepak-bola

Membentang Asa di Tengah Gelombang

Jumat, 26 April 2024 | 11:05 WIB
Kiper Timnas U-23 Indonesia Enando Ari berperan besar dalam mengantar Indonesia menembus semifinal Piala Asia U-23 2024. (pssi)

Mental mereka terganggu hingga akhirnya tak mampu memanfaatkan keunggulan. Meski demikian, rasa hormat, kagum, dan bangga saya tidak berkurang pada Iswadi Idris, Risdianto, Sutan Harhara, Junaedi Abdillah, dan kawan-kawan yang saat itu menjadi punggawa tim nasional.

Hormat saya juga tetap sangat tinggi untuk Wiel Coerver, pelatih asal Belanda yang menjadi arsitek timnas.

Hari ini, anak-anak tampak begitu tenang. Dari 11 kali kesempatan menyepak, hanya satu yang gagal. Bahkan Sananta dan Arhan dua kali menyepak dan kedua kalinya tetap gol.

Baca Juga: Ngerinya Timnas U-23 Indonesia, Putuskan Rekor Apik Korea Selatan Selalu Lolos Olimpiade Sejak 1988

Persoalan mental ini yang jarang disentuh oleh banyak pengamat. Sehebat apa pun seorang pemain, jika mentalnya terganggu, maka segenap kehebatannya lenyap. Terganggu mentalnya bisa disebabkan oleh banyak hal. Satu di antaranya timbul rasa minder atau rendah diri.

Nah, anak-anak STY ini tidak demikian. Mengapa? Karena mereka bermain dan bergaul di Eropa. Mereka ikut dalam kompetisi besar.

Saya melihat, STY dan tim, benar-benar sudah mampu mengontrol dan membangun mental pemain. Artinya, STY sudah pada posisi yang tepat memimpin pasukan. Dan PSSI pun sudah tepat memperpanjang kontraknya.

Jadi, jika masih ada orang yang mempermasalahkan posisi pelatih asal Korsel itu, kita dapat pastikan, orang itu sedang sakit hati dan jiwanya.

Bravo PSSI....
Bravo sepakbola kita....

Halaman:

Tags

Terkini

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB