sepak-bola

Semifinal Piala Asia U-23 Adalah Bonus Untuk Kita...

Jumat, 26 April 2024 | 18:15 WIB
Rafael Struick merangkai dua gol saat timnas U-23 Indonesia menyingkirkan Korea di perempat final Piala Asia U-23, Jumat (26/4) dini hari. (pssi)

  • M. Nigara
    Wartawan Sepakbola Senior

SportlinkNews - Luar biasa. Shin Tae-yong dan semua pemain, is the best. Ketua Umum, Erick Thohir, Waketum Prof. Zainudin Amali, Sekjen Yunus Nusi, dan seluruh pengurus PSSI, telah memberikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia. Apa pun hasil berikutnya, adalah bonus dari kebahagiaan.

Benar, Rizky Ridho dan kawan-kawan baru masuk semifinal, masih ada dua laga lagi. Salah satu yang terpenting adalah merebut tiket Olimpiade, Prancis 2024 yang akan berlangsung Juli nanti.

Juara, runner up, dan peringkat tiga Piala Asia U-23, otomatis bisa berlaga di pesta olahraga dunia di Paris. Sementara peringkat empat, harus mengikuti babak play off.

Baca Juga: Mengintip Ruang Ganti Pemain Timnas U-23 Indonesia, Erick Thohir Minta Satu Lagi, Pemain Jawab Dua...

Tapi, bagi saya, mungkin juga para sahabat: Yesayas Oktovianus (alumnus Kompas), Eddy Lahengko (Sinar Harapan/Suara Pembaruan), Binsar Sinaga (Analisa), Bang Mardi (Merdeka), Mas Bambang Soekendro (Berita Buana), Barce Nazar (Wawasan), Kapten Salamun Nurdin (Pelita), alm. Riang Panjaitan (Sinar Pagi), alm. Isyanto (Pos Kota), menang atas Korsel secara dramatis 2-2 (11-10) adalah hasil yang puluhan tahun kami tunggu.

Saya dan pasti juga para sahabat seperti meneguk setetes air dingin di tengah gurun dan di bawah teriknya matahari. Ya, saya seperti menemukan oase yang indah.

Kami, berulang kali ikut dan berjibaku bersama tim nasional Merah-Putih. Kami sering lupa bahwa sesungguhnya ada garis pemisah antara jurnalis dan atlet. Kami sungguh-sungguh sering menjadi bagian tak terpisahkan.

Baca Juga: Kejutan, Legenda Brasil Romario Kembali Merumput

Dalam banyak event resmi atau tidak resmi. Kami, berpuluh kali menggantungkan harapan bersama untuk meneguk kegembiraan. Tetapi, selalu saja gagal.

Yang paling menyedihkan saat kita gagal di tangan Korsel dalam kualifikasi Piala Dunia 1986. Saat itu, Herry Kiswanto, Bambang Nurdiansyah, Dede Sulaiman dan kawan-kawan dua kali kalah, 0-2 saat away di Seoul dan 1-4 saat home.

Padahal asa kita untuk bisa ke putaran final PD Meksiko 1986, begitu besar. Sinyo Aliandoe sang arsitek dan Oom Benny Mulyono sang manajer, sudah memberikan yang terbaik.

Baca Juga: 4 Jurus Maut Shin Tae-yong Taklukkan Korea

Kepedihannya terus terasa hingga tahun ke-38, dan alhamdulillah, berhenti pada Jumat (25/4/24) dinihari.

Jadi, bagi saya, mungkin juga para sahabat saya di atas itu, semifinal Piala Asia U-23 adalah bonus.

Halaman:

Tags

Terkini

Calvin Verdonk Tinggalkan Timnas Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 | 09:27 WIB

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB