sepak-bola

STY Bukan Ujug-Ujug

Sabtu, 27 April 2024 | 09:50 WIB
Setelah menimbang dengan cermat dan didasari banyak pertimbangan, Menpora ZA setuju ketika PSSI akhirnya memilih STY. (sportlinknews)

STY pun dapat menerapkan dan meningkatkan kekuatan fisik pemain dengan asupan yang baik dan benar. Kemudian STY juga memperoleh kesempatan untuk latih tanding dengan lawan-lawan yang mumpuni. Jadi, ketika ada pemain yang menyimpang lalu kedapatan makan mie instan, STY marah.

Baca Juga: Ahli Bedah Bahu Harus Memikirkan Kembali Praktik Umum

Begitulah kekuatan fisik dan mental para penggawa U23 kita dibentuk. Semua berawal dari mempersiapkan tim untuk PD U20. STY meberapkan pengawasan yang ekstra ketat. Ada semacam tantangan yang luar biasa.

Hal itu terungkap saat STY berbincang dengan Amali. "Melatih Indonesi tantangannya jauh lebih besar ketimbang melatih Cina," begitu jawaban STY.

Membuat nothing menjadi something adalah pekerjaan yang tidak mudah. Di situlah kejelian lain seorang STY.

Timnas U-23 Indonesia berhasil mengalahkan Korea Selatan di Piala Asia U-23 2024. (AFC)

Sayang PD U20, karena politik praktis terpaksa bergeser dari Indonesia.

Dari satu sisi, STY dan tim memiliki keberuntungan. Persiapan bisa dilanjutkan dan memiliki jam yang lebih lama. Maka, ketika kita melihat penampilan timnas U23 begitu luar biasa, ini pasti karena persiapan yang baik sejak awal dan bertambahnya jam terbang.

Jangan lupa, di Piala Asia U23, 2023 di Qatar, anak-anak kita bukan hanya menang skor 1-0 atas Australia, 4-1 atas Yordania, dan 2-2 (11-10) atas Korsel, tapi mereka juga mampu menampilkan permainan berkelas.

Baca Juga: Disingkirkan Timnas U-23 Indonesia, Pelatih Korea Selatan Langsung Dicap Pengkhianat

Kemenangan atas Korsel itu merupakan kemenangan ke-7 sejak 1952. Seluruhnya sudah 58 pertemuan, timnas kita 7 menang, 8 seri, dan 43 kalah.

Jadi, kalau ada pengamat yang mengatakan semua itu hanya kebetulan, kita tak perlu marah. Kita bilang saja: "Sorry ye, sorry ye..."

Selain itu, keberhasilan timnas U23 kita menggapai semifinal, juga berkat kerja keras semua pihak. Apalagi, Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang menggantikan Iwan Bule, mau turun langsung ke masalah-masalah yang agak teknis. Artinya, ketika STY mengatakan butuh pemain seperti ini dan itu, Etho sapaan akrab Ketum, langsung berjibaku untuk mendapatkannya.

Sekali lagi, jika langkah itu oleh seorang pengamat yang patut dapat diduga, tidak ingin STY dan Indonesia sukses, disebut langkah berlebihan. "STY keenakan disuapin terus oleh Ketum, " katanya.

Padahal langkah Ketum memenuhi permintaan STY adalah untuk kesuksesan timnas yang artinya demi mengharumkan nama bangsa. Permintaan STY sendiri juga bukan tanpa dasar. Tujuannya ya hanya satu, mengangkat harkat dan martabat bangsa lewat sepak bola.

Halaman:

Tags

Terkini

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB